Abstrak: Tulisan ini mengkaji pemikiran Ibn Miskawaih tentang pendidikan akhlak. Dalam pandangannya, keutamaan akhlak berada dalam posisi tengah di antara dua ekstrim. Posisi tengah yang dimaksud adalah al-iffah, al-syajâah, dan al-hikmah. Adapun perpaduan dari ketiganya disebut al-adâlah (keadilan atau keseimbangan). Pribadi yang diidealkan oleh Ibn Miskawaih ialah pribadi yang mampu memposisikan dirinya secara proporsional dan profesional dalam rangka keseimbangan dan senantiasa menempatkan posisi tengah antara ekstrimitas kehidupan. Selain itu juga harus memiliki kepekaan intelektual (intelectual ability) dan kepedulian emosional (emotional majority) terhadap kehidupan dirinya, masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka ada dua pendekatan yang harus dilakukan dalam mendidik akhlak, yaitu melalui pembiasaan dan pelatihan, serta peneladanan dan peniruan.
Copyrights © 2011