JIMTEK
Vol 1 No 3 (2020): November 2020 - Februari 2021

Pengaruh Tekanan Sub Nozzle Terhadap Jumlah Putus Benang Pakan Polyester 200 Denier Di Mesin Ajl T - 810 (Studi Eksperimen Di PT. Istem)

Dede Hidayat (Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang)
Harianto Harianto (Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang)
Sutresna Juhara (Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2020

Abstract

Latar Belakang: Proses tenun merupakan proses yang dilakukan secara turun-temurun. Aktivitas menenun pasti tidak lepas dengan yang namanya benang. Digunakanlah sub nozzle untuk menghembuskan benang dalam benang. Metode: Dalam analisis penyusunan skripsi ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen kausal , percobaan langsung  di mesin tenun AJL T-810 menggunakan sistem RAL ( Rancangan Acak Lengkap ) dengan tiga kali pengulangan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tekanan udara sub nozzle terhadap putus benang pakan di mesin AJL T-810 dengan analisis factor tunggal RAL  t = 5 dan  r = 3  dengan model tetap dimana t perlakuan tekanan udara sub nozzle  2,0 kgf/cm2 ,  2,5 kgf/cm2 ,  3,0 kgf/cm2 , 3,5 kgf/cm2  dan  4,0 kgf/cm2 serta pengulangan replikasi = 3 kali. Hasil Penelitian:  Dari hasil percobaan yang diuji dengan menggunakan metode statistik analisis ragam faktor tunggal dan uji lanjut New Duncan. Kesimpulan: 1) Tekanan udara sub nozzle memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap jumlah putus benang pakan polyester 200 denier di mesin tenun AJL T-810 hal tersebut telah terbukti dari hasil uji hipotesis statistik yaitu Fh = 35,68 > Ft ( 0,01 ). 2) Tekanan udara sub nozzle terbaik adalah  3,0 kgf/cm2 dengan menghasilkan jumlah putus benang pakan terendah yaitu 8,2 per mesin per tiga jam.

Copyrights © 2020