Pendidikan di Indonesia sedang mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan.Salah satu pembaruan yang paling mencolok adalah mulai diterapkannya mata pelajaran TIK mulai tingkat SD mulai tahun 2004an dan rencana penerapan Kurikulum 2013 dimana mata pelajaran TIK akandiintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Artinya bahwa setiap guru harus mampu mengoperasikan ICT dan mengoptimalkan ICT sebagai media/sarana yang dapat memperkaya materi pengajaran.Akan tetapi kondisi ini tidaklah mudah jika tidak didukung kesiapan siswa, guru, maupun sarana pendukung ICT yang dimiliki sekolah.Dari hasil penelitian didapatkan data bahwa 90% sekolah masih menggunakan pola pembelajaran konvensional. Terkait kemampuan baca dan tulis siswaterlihat bahwa kemampuan baca dan menulis pada siswa kelas 1 sudah cukup bagus yaitu 93,35 % siswa sudah dapat membaca dan menulis, 98 % siswa kelas 2 sudah mampu membaca dan menulis, dan 98,6% siswa kelas 3 sudah mampu membaca dan menulis. Terkait ketersediaan komputer hanya 15% siswa yang mengaku memiliki komputer di rumahnya. Berdasarkan hasil observasi, hanya 50% sekolah yang sudah menerapkan pelajaran TIK, sedangkan sisanya belum menerapkan pelajaran TIK sama sekali. Dari 50 % tersebut, hanya sebuah SD yang menerapkan TIK dari kelas 1 dan itupun masih masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Kebanyakan memulai pelajaran TIK baru mulai kelas 3. Terkait kompetensi guru, hasil penelitian menunjukkan 70%guru-guru kelas belum memiliki kemampuan dalam mengoperasikan komputer. Sedangkan 30% guru sudah mampu mengoperasikan komputer akan tetapi hanya sebatas untuk mengetik saja/keperluan administrasi sekolah.
Copyrights © 2014