Penilaian afektif merupakan penilaian yang mencakup watak perilaku, seperti sikap, perasaan, emosi, minat dan nilai. Penerapan penilaian afektif selama ini dianggap sulit dan rumit dibandingkan dengan penilaian ranah yang lain. Terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang berperan untuk mengembangkan keimanan dan ketakwaan siswa, serta membentuk perilaku siswa sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama Islam. Artikel ini membahas mengenai problematika penilaian afektif pada mata pelajaran PAI. Temuan dari artikel ini adalah guru PAI belum menerapkan penilaian afektif dengan sungguh-sungguh dan belum mengetahui cara menerapkan penilaian afektif yang tepat. Cara yang dilakukan guru PAI saat menerapkan penilaian afektif sangat beragam, namun tidak berdasarkan instrumen penilaian dalam menilai aspek afektif siswanya. Sehingga menimbulkan berbagai kendala yang menghambat penerapan penilaian afektif. Kendala ini muncul dari guru PAI sendiri maupun dari siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan solusi yang tepat agar penilaian afektif dapat berjalan dengan efektif dan efisien serta hasilnya sesuai dengan keadaan siswa yang sebenarnya. Oleh karena itu, disarankan kepada guru PAI untuk memahami lebih dalam cara menerapkan penilaian afektif dengan tepat sehingga dapat menguasainya dan tidak terjadi kendala lagi dalam menilai aspek afektif siswanya.
Copyrights © 2021