Pembelajaran administrasi pajak pada kompetensi dasar pemotongan dan tarif PPh pasal 21 masih dianggap sulit oleh siswa. Media pembelajaran yang digunakan guru masih belum menarik dan kurang mudah dipahami oleh siswa. Guru tidak mewajibkan siswa memiliki buku teks untuk pembelajaran administrasi pajak dan penggunaan lembaran soal untuk pemberian soal latihan yang disajikan guru masih kurang memotivasi siswa. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pada kompetensi dasar pemotongan dan tarif PPh pasal 21 untuk siswa kelas XII Akuntansi di SMK N 2 Buduran Sidoarjo. Model penelitian pengembangan yang digunakan diadaptasi dari model pengembangan 4-D menurut Thiagaraajan yang meliputi empat tahap pengembangan yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahan penyebaran (desseminate). Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan isi, kelayakan penyajian, dan kelayakan media masing-masing diperoleh persentase sebesar 82%, 84%, 91% dengan rata-rata kelayakan”sebesar 85,6% dengan kategori sangat layak. Hasil respon siswa diperoleh persentase sebesar 93,6%. dengan kategori sangat baik. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis android sebagai media pembelajaran pendukung implementasi kurikulum 2013, secara keseluruhan dinyatakan sangat layak sebagai media pembelajaran. Kata Kunci : Media Pembelajaran, LKS berbasis android, Model Pengembangan 4D, Pemotongan dan tarif PPh pasal 21
Copyrights © 2017