Jurnal Administrasi Publik
Vol. 3 No. 11 (2015)

Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Pengrajin Tenun Ikat Bandar Kidul Sebagai Produk Unggulan Daerah (Studi Pada Sentra Kerajinan Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri)

Alfi Rochmawati (Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang)



Article Info

Publish Date
20 Nov 2015

Abstract

Abstract: The Role of Government in Empowerment of Woven Industry in Bandar Kidul as a Local Super Product (Study in the Central of Woven Industry in Bandar Kidul, Kediri). Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Kediri has a role empowerment of UMKM Kediri, one of them weaver "Tenun Ikat Bandar Kidul". The results showed that the government's role in empowering weaver "Tenun Ikat Bandar Kidul" through financial support, education and training has not reached optimal results empowerment. While marketing through the exhibition received a positive response with the good cooperation between the government and the weavers. Marketing reach woven products are also increasingly widespread and every place of business craft can absorb approximately 50 employees. Factors supporting the empowerment that is the commitment of governments and society while inhibiting factor is the ability of human resources itself. To achieve optimum results empowerment required cooperation from both the government and the public, especially weaver "Tenun Ikat Bandar Kidul". Keywords: government, empowerment, weaver ” tenun ikat bandar kidul” Abstrak: Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan Pengrajin Tenun Ikat Bandar Kidul Sebagai Produk Unggulan Daerah (Studi Pada Sentra Kerajinan Tenun Ikat Bandar Kidul Kota Kediri). Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Kediri memiliki peranan dalam melalukan pemberdayaan terhadap UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah)Kota Kediri, salah satunya pengrajin Tenun Ikat Bandar Kidul. Hasil penelitian menunjukkan peran yang dilakukan pemerintah dalam pemberdayaan penenun pada Tenun Ikat Bandar Kidul melalui penyertaan modal, pendidikan serta pelatihan belum mencapai hasil pemberdayaan yang optimal. Sedangkan pemasaran melalui pameran mendapat tanggapan positif dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dengan para penenun. Jangkauan pemasaran produk tenun juga semakin luas dan setiap tempat usaha kerajinan dapat menyerap kurang lebih 50 orang pegawai. Faktor pendukung pemberdayaan yaitu adanya komitmen dari pemerintah dan masyarakat sedangkan faktor penghambatnya adalah kemampuan sumber daya manusia itu sendiri. Untuk mencapai hasil pemberdayaan yang optimal dibutuhkan kerjasama yang baik dari pemerintah dan masyarakat terutama masyarakat Tenun Ikat Bandar Kidul. Kata kunci: pemerintah, pemberdayaan, pengrajin tenun ikat bandar kidul

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jap

Publisher

Subject

Education

Description

Jurnal Administrasi Publik (JAP) merupakan jurnal elektronik online yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah salah satu sarana untuk mewadahi kebutuhan peningkatkan kuantitas dan ...