Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi dengan prevalensi stunting yang masih tinggi dapat dilihat dari prevalensi stunting pada balita 0-59 bulan tahun 2015 sebanyak (26,7%), kemudian meningkat tahun 2016 sebanyak (27,14%) dan terjadi peningkatan yang signifikan pada tahun 2017 sebanyak (30,86 %). Melihat peluang banyaknya lahan pekarangan kosong yang tidak terpakai pada tiap rumah warga dan warga telah memahami pentingnya menjaga asupan gizi pada anak guna mencegah stunting, maka upaya selanjutnya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga yang mudah didapatkan yaitu dengan menerapkan metode tanam vertikultur. Vertikultur adalah pola bercocok tanam yang menggunakan wadah tanam vertikal untuk mengatasi keterbatasan lahan. Adapun metode pengambilan data dilakukan menggunakan metode kualitatif Hanloon (USG) menggunakan pendekatan observasi dilapangan. Hasil kegiatan yang diperoleh yaitu warga dapat mempraktikkan metode vertikultur sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga alternatif untuk pencegahan stunting.
Copyrights © 2022