Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan salah satu indikator kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa. Derajat IDWG ditentukan melalui manajemen pembatasan cairan dan diet yang ketat supaya kenaikan berat badan diantara dua waktu dialisa terkendali. Kemampuan pasien untuk mengikuti pembatasan cairan dan diet tersebut salah satunya dipengaruhi oleh keyakinan diri atau self-efficacy.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan self efficacy dengan IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Indramayu. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih dengan teknik consecutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Pengukuran self efficacy menggunakan kuesioner self efficacy yang dimodifikasi dari Albert Bandura, sedangkan pengukuran IDWG dilakukan dengan observasi pengukuran berat badan post dialisa 1 dan pre dialisa 2. Tehnik analisa menggunakan uji Pearson-chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,1% responden memiliki self efficacy yang tinggi, dan sebanyak 47,0% responden memiliki IDWG dalam kategori rata-rata (4%-6%). Hasil analisis lanjut diketahui ada hubungan antara self efficacy dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Indramayu (p = 0.000). Penelitian ini dapat disimpulkan self efficacy berhubungan dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa di RSUD Indramayu. Rekomendasi dari penelitian ini adalah diharapkan perawat untuk mencoba memberikan penguatan self efficacy dalam pembatasan cairan dengan penyampaian yang mudah dimengerti oleh pasien
Copyrights © 2022