Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENERAPAN EDUKASI TERSTRUKTUR MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN MENURUNKAN IDWG PASIEN HEMODIALISA DI RSUD INDRAMAYU Wayunah, Wayunah; Saefulloh, Muhammad; Nuraeni, Wiwin
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 2, No 1 (2016): Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v2i1.2941

Abstract

ABSTRAK Jumlah kasus chronic kidney disease yang harus menjalani terapi hemodialisa sejumlah 400 pasien dari 1.000.000 penduduk di Indonesia (Situmorang, 2013). Pemantauan keberhasilan hemodialisa diukur dari Inter Dialilytic Weight Gain (IDWG) yang tidak lebih dari 4 % berat kering. Nilai IDWG yang melebihi dari normal menimbulkan gejala edema, sesak nafas, dan rasa tidak nyaman. Salah satu kepatuhan pasien dalam mempertahankan IDWG adalah self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh edukasi terstruktur terhadap self efficacy dan IDWG pada pasien hemodialisa. Desain penelitian quasi experimen, dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel 38 pasien hemodialisa dibagi dua kelompok 22 kelompok intervensi dan 16 kelompok kontrol. Edukasi diberikan dengan gambar dan video dalam media LCD proyektor dan leaflet. IDWG diukur dengan observasi berat badan sedangkan self efficacy menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji t-dependen dan t-independen. Hasil penelitian menunjukkan pemberian edukasi terstruktur pada kelompok intervensi meningkatkan self efficaccy untuk mengontrol intake cairan antar waktu dialysis (p=0,000, α=0,05), dan menurunkan IDWG (p=0,04, α=0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol penerapan edukasi meningkatkan self efficacy (p=0,03, α=0,05), namun tidak menurnkan IDWG (p=0,053, α=0,05). Hasil analisis lanjut menggunakan uji t-independen pada kedua kelompok ditemukan tidak ada perbedaan yang bermakna dalam self efficacy dan IDWG (p 0,05). Edukasi terstruktur berpengaruh dalam meningkatkan self efficacy dan menurunkan IDWG. Kata kunci : self efficacy, IDWG, edukasi terstruktur ABSTRACT The number of chronic kidney disease with hemodialysis therapy was 400 patients of 1,000,000 population in Indonesia (Situmorang, 2013). The success hemodialysis was monitored by Inter Dialilytic Weight Gain (IDWG) and the criteria was not more than 4 % of dry weight. An excess of IDWG value would cause the symptoms of edema, shortness of breath, and discomfort. Self efficacy was one of patient compliance in maintaining IDWG. The aim of this study was to analyze the effect of a structured education on self-efficacy and IDWG in hemodialysis patients. The study used quasi experimental design, with pretest-posttest control group approach. The sample was selected by purposive sampling technique. The sample was 38 patients, divided into intervention group (22 patients) and control group (16 patients). The intervention of structured education was use pictures and videos by LCD projector and leaflets. IDWG was measured by weight observation, while self-efficacy by questionnaire. The statistical test used t-dependent and t-independent. The result showed that structured education increased self efficaccy to control fluid intake on inter dialysis time (p = 0.000, α = 0.05) and decreased IDWG value (p = 0.04, α = 0.05) in the intervention group. While the intervention increased self efficaccy to control fluid intake on inter dialysis  time (p = 0.03, α = 0.05) and decreased IDWG value (p=0,053, α=0,05) in the control group. The results of further analysis used an independent t-test, showed that there were not a significant differences in self-efficacy and IDWG (p 0.05) between intervention and control group. The structured education caused an increasing of self-efficacy and a decreasing of IDWG value. Keyword : self efficacy, IDWG, structured education
Hubungan Harga Diri dengan Perilaku Seksual pada Penderita HIV AIDS di Kabupaten Indramayu Saefulloh, Muhammad; Wayunah, Wayunah; Husnaniyah, Dedeh
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 2 (2017): Vol 3, No.2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i2.9416

Abstract

ABSTRAK Masalah HIV dan AIDS adalah masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Hal ini karena kasus HIV/AIDS yang dilaporkan setiap tahunnya selalu meningkat secara signifikan. Mayoritas infeksi HIV berasal dari hubungan seksual tanpa pelindung antar individu yang salah satunya terkena HIV. Belum ditemukannya obat untuk mengobati HIV/AIDS menyebabkan orang dengan HIV AIDS (ODHA) akan mengalami perubahanpsikologis, salah satunya adalah harga diri rendah. Hal ini disebabkan karena stigma yang negatif dari masyarakat terhadap ODHA. Respon terhadap harga diri tersebut tidak menutup kemungkinan melakukan upaya untuk  menularkan penyakitnya kepada orang lain. Hal ini dapat diwujudkan dengan perilaku seksual yang tidak baik. Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita HIV AIDS yang melakukan pengobatan rutin di unit pelayanan HIV AIDS RSUD Indramayu dan RS Bhayangkara Indramayu. Teknik pengambilan sampel consecutive sample. Jumlah sampel sebanyak 125 orang. Alat pengumpul data berupa quesionare untuk mengukur harga diri dan perilaku seksual. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 64 responden memiliki harga diri tinggi (51,20%), sebanyak 94 responden memiliki perilaku seksual berisiko (75,20%). Hasil uji chi square didapatkan p value 1,00 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara harga diri dengan perilaku seksual penderita HIV AIDS di Kabupaten Indramayu Tahun 2015 (nilai α=0,05; CI 95%).  Perilaku seksual penderita HIV AIDS tidak dipengaruhi oleh harga diri, namun dipengaruhi oleh faktor lain.  ABSTRACT The issue of HIV and AIDS is a public health issue that needs serious attention. This is because the reported cases of HIV / AIDS always increase significantly each year. The majority of HIV infections come from unprotected sexual intercourse among individuals one of whom is suffered from HIV. The absence of drugs to treat HIV/AIDS causes HIV AIDS (ODHA) patients experience psychological changes, one of which is low self-esteem. This is due to the negative stigma of the community towards people living with HIV. One of the responses to the self-esteem is try to transmit the disease to others. This can be manifested by bad sexual behavior. The design of the research is analytical descriptive with cross sectional approach. The sample of the study is HIV/AIDS patients who perform routine treatment at HIV/AIDS service unit of RSUD Indramayu and Bhayangkara Indramayu Hospital. technique sampling of the study is Consecutive sample. The samples are 125 people. Data collection instruments are questionare to measure self-esteem and sexual behavior. The chi-square test used to do statistical test. The result of the research shows that 64 respondents have high self esteem (51,20%), 94 respondents have risky sexual behavior (75,20%). Chi square test results p value 1.00 so it can be concluded there is no relation between self-esteem with sexual behavior of HIV AIDS patient in Indramayu Regency Year 2015 (value α = 0,05; 95% CI). Sexual behavior of HIV AIDS patient is not influenced by self-esteem, but influenced by other factors. Keywords: self-esteem, sexual behavior, HIV AIDS patient
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STROKE DI RSUD INDRAMAYU Wayunah, Wayunah; Saefulloh, Muhammad
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 2, No 2 (2016): Vol 2, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v2i2.4741

Abstract

ABSTRAKStroke merupakan penyakit neurologik yeng terjadi karena gangguan suplai darah menuju suatu bagian otak. Angka kejadian stroke meningkat seiring dengan bertambahnya usia, semakin tinggi usia seseorang semakin tinggi kemungkinan terjadi stroke. Menurut penyebabnya stroke dibagi dua yaitu stroke hemoragik akibat pecahnya pembuluh darah otak dan stroke iskemik (stroke non hemoragik) akibat adanya trombus atau embolus pada pembuluh darah otak. Banyak faktor yang menyebabkan stroke, yang terdiri dari faktor yang tidak dapat diubah dan faktor yang dapat diubah. Tujuan  penelitian untuk mengidentifikasi dan menjelaskan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke. Penelitian ini merupakan penelitian observasonal analitik dengan rancangan cross sectional study. Sampel sebanyak 103 responden yang diambil dengan tehnik consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara hipertensi (p = 0,035) dan aktivitas fisik (p = 0,011) dengan jenis stroke. Aktivitas fisik merupakan faktor risiko paling dominan yang berhubungan dengan jenis stroke dengan OR = 5,8. Penelitian ini menyimpulkan riwayat hipertensi dan aktivitas fisik merupakan faktor risiko independen yang berhubungan dengan jenis stroke. Rekomendasi dari penelitian ini ditujukan kepada rumah sakit untuk meningkatkan kegiatan penyuluhan untuk mencegah faktor risiko terjadinya stroke. Selain itu meningkatkan peran perawat dalam  pemberian pelayanan keperawatan, dimana perawat memfokuskan asuhan pada kebutuhan kesehatan pasien secara holistik.ABSTRACT Stroke is a neurological disease that occurs due to disruption of the blood supply to a part of the brain. The incidence of stroke increases with age, that the older the person the possibility of stroke. According to the cause of stroke divided into two hemorrhagic stroke due to rupture of blood vessels of the brain and ischemic stroke (stroke non hemoragik) due to thrombus or embolus in the blood vessels of the brain. Many factors cause a stroke, which consists of factors that can not be changed and the factors that can be changed. The aim of research to identify and explain the risk factors associated with the occurrence of stroke.This research is an analytic observational study with cross sectional study. The sample of this study as many as 103 respondents is taken with consecutive sampling technique. The results showed significant relationship between hypertension (p = 0,035) and physical activity (p = 0.011) with the type of stroke. Physical activity is the predominant risk factor associated with this type of stroke with OR = 5.8. The study concluded a history of hypertension and physical inactivity is an independent risk factor associated with this type of stroke. Recommendations from this study aimed to hospitals to improve education activities to prevent risk factors for stroke. Besides increasing the role of nurses in the delivery of nursing services, where nurses care focuses on the health needs of patients holistically.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Perubahan Tekanan Darah Post Hemodialisis Di Rsud Kabupaten Indramayu Wayunah Wayunah; Muhammad Saefulloh
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 7 No. 3 (2021): JIKep | Edisi Khusus 2021
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.608 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v7i3.815

Abstract

Latar Belakang. Perubahan tekanan darah dapat terjadi selama menjalani terapi hemodialisa. Perubahan dapat terjadi peningkatan atau penurunan tekanan darah. Berdasarkan karakteristik pasien, faktor usia, Interdialityc Weight Gain (IDWG), quick of blood (QoB) dan lama hemodialisa memiliki kaitan dengan perubahan tekanan darah post hemodialisa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan tekanan darah post hemodialisa pada pasien PGK yang menjalani hemodialisa rutin di UPTD RSUD Kabupaten Indramayu. Metode. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-secsional. Jumlah sampel sebanyak 123 responden yang yang dipilih berdasarkan tehnik consecutive sampling. Instrumen peneliti menggunakan lembar observasi dan sphygmomanometer aneroid. Data dianalisis dengan uji Pearson Chi-Suare. Hasil. Hasilnya sebanyak 108 (87,8%) mengalami perubahan tekanan darah post hemodialisa, baik mengalami penurunan maupun peningkatan, sedangkan 15 (12,2%) tidak mengalami perubahan tekanan darah (tetap). Sebanyak 64 (52%) responden mengalami penurunan tekanan darah post hemodialisa. Faktor usia (p-value = 0,604; 95% CI); IDWG (p-value = 0,144; 95% CI); QoB (p-value = 0,767; 95% CI); dan lama menjalani hemodialisa (p-value = 0,506; 95% CI) tidak berhubung dengan perubahan tekanan danarah post hemodialisa. Kesimpulan dan Saran. Perubahan tekanan darah post hemodialisa tidak dipengaruhi oleh faktor usia, IDWG, QoB, dan lama waktu menjalani hemodialisa. Artinya ada faktor lain yang mempengaruhi perubahan tekanan darah post hemodialisa. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang faktor lain yang mempengaruhi perubahan tekanan darah post hemodialisa dan mendapatkan metode yang tepat untuk menemuka faktor dominan yang mempengaruhi perubahan tekanan darah post hemodialisa.
Self-Efficacy Berhubungan dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada Pasien GGK di RSUD Indramayu Wayunah Wayunah; Muhammad Saefulloh
Bima Nursing Journal Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v3i2.872

Abstract

Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan salah satu indikator kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisa. Derajat IDWG ditentukan melalui manajemen pembatasan cairan dan diet yang ketat supaya kenaikan berat badan diantara dua waktu dialisa terkendali. Kemampuan pasien untuk mengikuti pembatasan cairan dan diet tersebut salah satunya dipengaruhi oleh keyakinan diri atau self-efficacy.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan self efficacy dengan IDWG pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Indramayu. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih dengan teknik consecutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Pengukuran self efficacy menggunakan kuesioner self efficacy yang dimodifikasi dari Albert Bandura, sedangkan pengukuran IDWG dilakukan dengan observasi pengukuran berat badan post dialisa 1 dan pre dialisa 2. Tehnik analisa menggunakan uji Pearson-chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,1% responden memiliki self efficacy yang tinggi, dan sebanyak 47,0% responden memiliki IDWG dalam kategori rata-rata (4%-6%). Hasil analisis lanjut diketahui ada hubungan antara self efficacy dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Indramayu (p = 0.000). Penelitian ini dapat disimpulkan self efficacy berhubungan dengan Interdialytic Weight Gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa di RSUD Indramayu. Rekomendasi dari penelitian ini adalah diharapkan perawat untuk mencoba memberikan penguatan self efficacy dalam pembatasan cairan dengan penyampaian yang mudah dimengerti oleh pasien
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM PRAKTIK KEBERSIHAN TANGAN DI RUANG BEDAH RSUD KABUPATEN INDRAMAYU Muhammad Saefulloh; Heri Sugiarto; Suwanto Suwanto
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 5 No 2 (2017): Juli-Desember
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.674 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v5i2.42

Abstract

ABSTRAK Menjaga kebersihan tangan merupakan upaya pencegahan infeksi nosokomial yang ditularkan melalui tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan kepatuhan perawat dalam praktik kebersihan tangan di ruang Bedah RSUD Indramayu Tahun 2017. Metode Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 30 perawat yang bekerja di ruang Bedah RSUD Kabupaten Indramayu. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui motivasi tinggi sebanyak 66,7%. Dan kepatuhan perawat dengan kategori patuh sebesar 90,0%. Hasil analisis bivariat menunjukan p-value sebesar 0,03 dan α = 0,05 yang berarti ada hubungan antara motivasi dengan kepatuhan perawat dalam praktik kebersihan tangan di ruang Bedah RSUD Kabupaten Indramayu tahun 2017 (p-value 0,03, α = 0,05). Saran dari penelitian ini adalah perawat dipaparkan untuk menjaga kebersihan tangan dan meningkatkan ketaatan kebersihan tangan untuk mengurangi infeksi nosokomial Kata Kunci : Kebersihan tangan, motivasi, kepatuhan ABSTRACT Keeping hand hygiene will prevent the nosocomial infection that is transmitted by hand. The objective of this study is to find the correlation between motivation towards nurses obedience in implementing hand hygiene at Surgery care room RSUD Kabupaten Indramayu year 2017. The study used correlation methode with Crossectional approach. The sample were 30 nurses in Surgery care room RSUD Kabupaten Indramayu. The instrument used questioner. The data was analized by Chi square. The correlation showed that high motivation is 66,7%. Nurse compliance in hand hygiene practice as much as 90,0%. Bivariate analize showed that there is a correlation between motivation towards nurse obedience in implementing hand hygiene at Surgery care room RSUD Kabupaten Indramayu should be 2017 (p-value 0.03, α = 0.05) Suggestion from this study are nurses exposed to maintain hand hygiene and improve hand hygiene compliance to reduce nosocomial infections. Keywords : Hand Hygiene, Motivation, Obedience.
DESCRIPTION OF SURGERY PATIENT SAFETY PHASE SIGN OUT ON SURGICAL PATIENTS AT CENTRAL SURGERY INSTALLATION RSUD INDRAMAYU 2017 Muhammad Saefulloh; Ridho Kunto Prabowo; Agus Setiana
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 8 No 2 (2020): Juli-Desember
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v8i2.269

Abstract

Patient safety adalah pasien bebas dari cedera yang tidak seharusnya terjadi atau bebas atas cedera potensial yang mungkin terjadi terkait dengan pelayanan kesehatan (KKP-RS, 2008).Menurut catatan Medical Record RSUD Indramayu, periode Januari–Desember 2016 tercatat jumlah operasi 6.014 orang.Rata-rata operasi bedah tiap bulan 500 orang.Tujuan Penelitian adalah mengetahui gambaran penerapan surgery patient safety fase sign out pada pasien pembedahan di Instalasi Bedah Sentral RSUD Indramayu Tahun 2017.Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan populasi proses sign out pada pembedahan di IBS RSUD Indramayu tahun 2017.Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah 89 tindakan.pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner.Hasil penelitian menujukkan penerapan surgery patient safety fasesign out pada pasien pembedahan berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi, 71,9 % termasuk kategori tidak sesuai standar, hasil observasi penerapan surgery patient safety fasesign out pada pasien pembedahan, 57,3 % kategori tidak sesuai standar dan dokumentasi penerapan surgery patient safety fasesign out pada pasien pembedahan di IBS RSUD Indramayu Tahun 2017, 64,1 % termasuk kategori tidak sesuai standar.Kesimpulan penelitian yaitu penerapan Surgery Patient Safety FaseSign Out pada pasien pembedahan di IBS RSUD Indramayu Tahun 2017 kategori tidak sesuai standar. Saran diharapkan perawat melaksanakan penerapan dan mendokumentasikan kegiatan surgery patient safety fasesign out sesuai standar yang telah ditetapkan.
Perilaku Perawat Pelaksana dalam Menggunakan Alat Pelindung Diri di RSUD Kabupaten Indramayu Muhammad Saefulloh; Hari Bagus Santoso
Bima Nursing Journal Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v3i2.875

Abstract

Perilaku adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku perawat dalam menggunakan APD di Ruang Manalagi 1 dan 2 RSUD Kabupaten Indramayu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah perawat pelaksana di Ruang Manalagi 1 dan 2. Sampel berjumlah 24 responden yang diambil menggunakan teknik total populasi. Instrument yang digunakan adalah lembar kuesioner tentang perilaku penggunaan APD. Penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Adapun waktu penelitian pada bulan April tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku perawat dalam menggunakan  APD  secara  umum  sebanyak  54,2%  responden  dikategorikan kurang baik. Perilaku perawat dalam menggunakan APD masker sebanyak 54,2% responden dikategorikan baik. Perilaku perawat dalam menggunakan APD masker sebanyak 54,2% dikategorikan kurang baik. Peneliti menyarankan kepada perawat agar sadar akan pentingnya penggunaan APD untuk meminimalisir penyebaran penyakit infeksi menular dari cairan tubuh pasien.
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang HIV/AIDS di Puskesmas Haurgeulis Kabupaten Indramayu Umroh Umroh; M Saefulloh; Dian Fitriyani
Jurnal Medika Cendikia Vol 2 No 1 (2015): JURNAL MEDIKA CENDIKIA
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV or Human Immunodeficiency Virus is Virus that attack of white blood cells(limfosit) in the body resulting decline in the human immune. AIDS caused by a virus HIV. The purpose of this study is to determine the knowledge of pregnant mother about HIV/AIDS at Haurgeulis Public Health Centre, Indramayu Regency Year 2014. This research is a descriptive study. Study population was 65 pregnant motherHaurgeulisin Public Health Centre, Indramayu Regency year 2014 and the sample was using the accidental sampling. The research instrument was used a questionnaire with total of questionare 30 questions. Based on research result shows that pregnant mother knowledge about HIV/AIDS is (20,01%) of the respondents have less knowledge while (70,76%) of respondents have sufficient knowledge and (9,23%) of the respondents have a good knowledge. A total of (46,15%) of respondents have a sufficient knowledge about the understanding of HIV/AIDS, as many (55,38%) of the respondents have a sufficient knowledge about sign and symptoms of HIV/AIDS, as many (41,53%) of the respondents have sufficient of HIV/AIDS and as many (49,23%) of the respondents have a transmission knowledge about the of HIV/AIDS. Have sufficient knowledge about the prevention 49,24%. The conclusion of this research is the knowledge of pregnant mother about HIV/AIDS is in the category of sufficient knowledge. It is expected that health services can increase the information media and education through counseling and health reproductive education to prevent the spread of viruses HIV/AIDS.
THE EFFECT OF VIRTUAL DRY LAB ON NURSING STUDENTS’ COMPLIANCE OF USING HANDOVER WITH SBAR METHOD Wiwin Nur Aeni; Muhammad Saefulloh; Bestina Nindy Virgiani; Ryan Hara Permana
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 8, No 1 (2023): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v8i1.545

Abstract

Introduction: The nursing education curriculum requires students to achieve effective communication competence, including handover using the SBAR method. High-fidelity learning media is needed that is able to internalize the experience of activities as in their realization. Learning media with Virtual Dry Lab (VDL) can display multimedia learning, both audio, visual, video, text and interactive quizzes that can be accessed online. This study aims to determine the effect of Virtual Dry Lab on Handover Compliance with the SBAR Method for Nursing Students.Method: This study used a pre-experimental design with an Intact Group Comparison design among 58 of nursing students (29 of control and intervention groups). The time given for giving VDL to the intervention group and giving lectures to the control group was 100 minutes. This research instrument used an observation sheet that describes the handover stages as many as 16 steps. The data were analyzed using the Man-Whitney non-parametric test.Results: Result showed that p=0.279 so that there was no significant difference between the intervention group and the control group. Meanwhile, mean of intervention group is 82.75 (SD±14.23), mean of control group is 76.93 (SD±18.75).Conclusion: Compared to lecture and discussion method, VDL has no significant different on students’ compliance on using Handover with SBAR. It implies that VDL has the same effect as the lecture learning method for students’ compliance on using SOP Handover with SBAR. Thus, VDL can be used as a substitution method for lecture and discussion.