Pendekatan multikulturalisme dalam penelitian tentang kebijakan raja mewujudkan relasi dan partisipasi dalam masyarakat dengan keberagaman budaya, entis maupun agama di Kelurahan Karangasem khususnya di lingkungan kampung Islam di Juuk Manis bertujuan mencegah konflik menuju harmoni. Terbentuknya multikulturalisme di Juuk Manis tidak dapat dilepaskan dari peranan Raja Karangasem dengan pola kepemimpinannya yang berasaskan filosofi ajaran agama Hindu, seperti yang tertuang dalam ajaran Asta Brata. Pola kepemimpinan Raja yang bijaksana itu telah berhasil membangun sikap-sikap toleransi yang besar, integritas, saling menghargai, dan sebagainya antar umat yang berbeda budaya, etnis, dan berbeda agama. Hasil pengamatan dari sumber pustaka maupun hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa multikulturalisme yang sudah dibangun dan dikembangkan sejak dulu hingga sekarang tetap dibangun dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan kepentingan jaman masyarakat yang semakin beragam. Dari latar belakang tersebut muncul dua permasalahan pokok yang perlu mendapat jawaban, yakni: 1. Apa penyebab terbentuknya Kampung Islam di Karangasem khusunya di Juuk Manis? 2. Apa makna kebijakan Raja Karangasem berdasarkan pendekatan multikulturalisme perspektif dewasa ini? Penelitian ini bersifat kualitatif, peneliti adalah pengumpul data utama dalam penelitian, dibantu orang lain. Data yang sudah dikumpulkan dan diseleksi kemudian disajikan secara deskriptif berupa kata-kata, keterangan, gambar atau foto dari pada angka. Penelitian ini menggunakan metode sejarah mulai dari tahap heuristik, seleksi sumber data, interpretasi dan penulisan hasil penelitian.Teori yang sesuai digunakan adalah teori fungsinalme struktural dan teori hegemoni
Copyrights © 2022