Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PARTAI GERINDRA DALAM KONTESTASI PERPOLITIKAN DI BALI TAHUN 2008 – 2019 JERICO SIAHAAN; I PUTU GEDE SUWITHA; ANAK AGUNG INTEN ASMARIATI
Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Vol 3 No 1 (2021): MEDIA, POLITIK, DAN PANDEMI
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIWSP.2021.v03.i01.p05

Abstract

ABSTRACTThis study will take the theme of Political History with the topic "Gerindra Party in Political Contestin Bali, 2008 - 2019.” In this paper, the research proposal that the author adopts, namely theGerindra Party which has a" Nationalist - Democratic "breath can contest politically in Bali, as forthe problems that will be disclosed as follows: (1). How do the Gerindra party in Bali play in theGeneral Election; (2). Why is there a Gerindra party political contestation in the elections in Bali;(3). What are the implications of the Gerindra Party in the Political Contest in Bali. Then themethodology that the author uses in this writing is political history, social history, and finally thehistory of thought. The results of this study indicate that the presence of Gerindra in 2008, and alsoits participation in the 2009 political events at the national and provincial levels, has provided apolitical style with a spirit of nationalism in politics in Indonesia, especially in Bali. The hard workJURNAL ILMIAH WIDYA SOSIOPOLITIKA E-ISSN 2685-457061built into the vision and mission of the party bearing the head of the Garuda, has planted its rootsso that it can be recognized by the Balinese people. The programs campaigned by Gerindra areconsidered to be included in the priority problems of the country at this time. Gerindra is a partywith a platform, Nationalist - Popular. Why? The proof that Gerindra gives to the community is thatGerindra will always compete in defending the interests of the people in order to create the welfareof the people at large. Gerindra's success in increasing party electability in the 2009, 2014 and 2019elections has provided enormous public enthusiasm, Gerindra is able to demonstrate its existencein the annual political events at both the regional elections and the legislative level, Gerindra is alsoable to accommodate people's aspirations regarding based economic issues. tourism as adevelopment sector for the advancement of society in Bali. In reorganizing politicalcommodification in Bali, Gerindra also seeks to see the political map of any area in Bali as the valueand focus of winning Gerindra's candidates. Talking about the implications of Gerindra being ableto provide potential for the political, social and legal development sector, 11 years of thiscontribution was built by Gerindra to transform the level of public trust in the sustainability of theGerindra party in Bali, both at the city and provincial regency levels. Keywords: Gerindra Party, Contestation, Nationalist - Democratic, Cadres of party members, Bali.
Perkembangan Seni Patung Garuda di Dusun Pakudui Gianyar Anak Agung Inten Asmariati
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p08

Abstract

Tulisan ini mengulas tentang perkembangan seni patung garuda yang ada di Dusun Pakudui Tegalalang Gianyar. Seni patung merupakan bagian dari kesenian dan di era milenial mulai jarang diminati oleh generasi muda. Namun ada salah satu dusun yang hingga sekarang ini masih tetap menekuni seni patung yang menjadi andalannya adalah patung garuda. Permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini, (1) Mengenai perkembangan seni patung garuda dan implikasi bagi masyarakat sekitarnya. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah metodelogi sejarah kebudayaan dan teori yang mendukung tulisan ini adalah rhole teori yaitu teori peran yang merupakan peran dari Bapak Made Ada sebagai maestro dari seni patung garuda sehingga beliau sebagai inspirasi bagi generasi muda di dusun Pakudui dalam mengembangkan seni patung tersebut. Sehingga tanpa mereka sadari telah terlibat dalam pelestarian kerajinan seni patung. Melalui seni patung ini berkembang kemudian menjadi home industry sehingga membantu meningkatkan perekonomian rumah tangga dengan merujuk pada tingkat kesehatan masyarakatnya yang makin baik dan taraf hidup yang meningkat serta tingkat pendidikan generasi muda sekarang yang rata-rata sudah ke jenjang perguruan tinggi.
Makna Kebijakan Raja dalam Mewujudkan Masyarakat Multikuturalisme Mencegah Konflik Menuju Harmoni di Juuk Manis Karangasem Ida Ayu Putu Mahyuni; Anak Agung Inten Asmariati
Journal Social and Humaniora Vol 22 No 1 (2022)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2022.v22.i01.p07

Abstract

Pendekatan multikulturalisme dalam penelitian tentang kebijakan raja mewujudkan relasi dan partisipasi dalam masyarakat dengan keberagaman budaya, entis maupun agama di Kelurahan Karangasem khususnya di lingkungan kampung Islam di Juuk Manis bertujuan mencegah konflik menuju harmoni. Terbentuknya multikulturalisme di Juuk Manis tidak dapat dilepaskan dari peranan Raja Karangasem dengan pola kepemimpinannya yang berasaskan filosofi ajaran agama Hindu, seperti yang tertuang dalam ajaran Asta Brata. Pola kepemimpinan Raja yang bijaksana itu telah berhasil membangun sikap-sikap toleransi yang besar, integritas, saling menghargai, dan sebagainya antar umat yang berbeda budaya, etnis, dan berbeda agama. Hasil pengamatan dari sumber pustaka maupun hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa multikulturalisme yang sudah dibangun dan dikembangkan sejak dulu hingga sekarang tetap dibangun dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan dan kepentingan jaman masyarakat yang semakin beragam. Dari latar belakang tersebut muncul dua permasalahan pokok yang perlu mendapat jawaban, yakni: 1. Apa penyebab terbentuknya Kampung Islam di Karangasem khusunya di Juuk Manis? 2. Apa makna kebijakan Raja Karangasem berdasarkan pendekatan multikulturalisme perspektif dewasa ini? Penelitian ini bersifat kualitatif, peneliti adalah pengumpul data utama dalam penelitian, dibantu orang lain. Data yang sudah dikumpulkan dan diseleksi kemudian disajikan secara deskriptif berupa kata-kata, keterangan, gambar atau foto dari pada angka. Penelitian ini menggunakan metode sejarah mulai dari tahap heuristik, seleksi sumber data, interpretasi dan penulisan hasil penelitian.Teori yang sesuai digunakan adalah teori fungsinalme struktural dan teori hegemoni
Kehidupan Sosial Budaya dan Sosial Ekonomi Masyarakat Tegalalang-Gianyar di Masa Pandemi Anak Agung Inten Asmariati
Journal Social and Humaniora Vol 22 No 1 (2022)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2022.v22.i01.p05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kehidupan sosial budaya dan sosial ekonomi masyarakat desa Tegalalang di masa pandemi dan juga untuk mengetahui tantangan dalam menghadapi situasi pandemi terutama bagi kehidupan sosial budaya dan ekonomi masyarakat desa, yang sebagian besar penduduk generasi muda, perekonomiannya telah beralih kesektor pariwisata. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil dari penelitian ini menyoroti kehidupan sosial budaya masyarakat desa yang sangat kental akan tradisi dan adat istiadat. Tradisi ngerebeg merupakan tradisi yang ada di Tegalalang dan hingga sekarang ini tradisi ini tetap dilaksanakan. Pelaksanaan ngerebeg bertepatan dengan piodalan di Pura Duur Bingin. Di masa pandemi masyarakat desa Tegalalang tradisi ngerebeg tetap dilaksanakan dengan mengikuti protocol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah. Disektor ekonomi masyarakat desa Tegalalang terutama generasi muda banyak yang bekerja di sektor pariwisata. Adanya pandemi saat ini, berdampak pada aktivitas di sektor pariwisata dibatasi oleh pemerintah ditandai oleh ditutupnya penerbangan internasional sementara waktu. Hal ini berdampak pada tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia khususnya ke Bali. Banyak tenaga kerja yang dirumahkan begitu pula dengan tenaga kerja yang ada di Tegalalang. Mengatasi hal tersebut banyak kemudian yang beralih ke sektor usaha dengan bergerak pada usaha UMKM. Ada pula yang kemudian kembali ke sektor pertanian dan perkebunan seperti adanya budi daya papaya dan budi daya kopi. Apalagi sekarang banyak dibukanya café khusus kopi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi generasi muda juga bagi masyarakat desa Tegalalang dalam menghadapi situasi pandemi ini. Kehidupan terus berlangsung dan kebutuhan masyarakat juga akan terus bertambah sehingga untuk mengatasi situasi pandemi ini membuat masyarakat desa segera adaptif dan kreatif dalam mengatasi perekonomian keluarga, maka dengan memulai usaha diharapkan mampu memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.
Tragedi Talangsari: Pelanggaran HAM yang Meninggalkan Luka di Lampung Timur Tahun 1989-2023 Mutiara Angelika Harianja; Fransiska Dewi Setiowati Soenaryo; Anak Agung Inten Asmariati
SEHRAN (Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 2 (2023): September
Publisher : Amal Insani Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56721/shr.v2i2.267

Abstract

Bangli Regency which has one of the tourist villages located in Tembuku Village which has very potential tourism potential to be developed.The economy of Tembuku Village is driven by several sectors, and one of the most prominent so far is the Tourism Sector.The purpose ofthisresearchis to find out and understand problems related to the development of Pariwsata Tembuku Village, Bangli Regency in 2016-2022 using qualitative methods.The results of the research that can be put forward are as follows.1.) The background of tourism development in Tembuku Village will never be separated from the various roles of the community, village officials, tourism offices, the private sector and alsofrom various universities in the process of developing tourist attractions in Tembuku Village2.) The implications for the existence of natural water tourism in Tembuku Village in form of Tukad Cepung, Krisik Waterfall, Goa Giri Campuhan Waterfall have provided many benefits for the growth of Tembuku Village, especially in the economic, social, and cultural fields, namely increasing income, changing the livelihood system and thinking of the surrounding community
AWAL PEMBENTUKAN GRUP KESENIAN EBEG PUTRA DAHU Sahrul Utama Romadon; Anak Agung Inten Asmariati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni tari Ebeg merupakan salah satu budaya Indonesia yang berasal dari kabupaten Cilacap, dimana seni tari Ebeg ini masih sangat diminati oleh masyarakat kabupaten Cilacap. Hal tersebut dapat dilihat oleh banyaknya masyarakat yang menonton pagelaran seni tari Ebeg, banyaknya paguyuban-paguyuban tari Ebeg yang melestarikan seni tari Ebeg, serta banyaknya upaya-upaya yang dilakukan baik dari masyarakat maupun pemerintah kabupaten Cilacap untuk melestarikan seni tari ebeg ini. Meskipun demikian, seni tari Ebeg masih kurang dikenal oleh masyarakat di luar kabupaten Cilacap. Karya akhir berupa skripsi ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas mengenai seni tari Ebeg dan menggambarkan bagaimana upaya masyarakat di kabupaten Cilacap dalam melestarikan seni tari Ebeg. Karya ini dibuat dengan berlandaskan metode Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiorafi dalam konteks Sejarah. Pengumpulan data untuk karya akhir ini menggunakan cara riset, wawancara dan studi pustaka. Hasil dari karya akhir ini mengemas asal usul beserta keunikan seni tari Ebeg dan menggambarkan upaya-upaya yang sudah dilakukan berbagai pihak di kabupaten Cilacap untuk melestarikan dan memperkenalkan seni tari Ebeg ke masyarakat yang lebih luas lagi. Sehingga diharapkan melalui karya akhir ini masyarakat khususnya di luar kabupaten Cilacap dapat mengenal seni tari Ebeg dan ikut melestarikannya. Pokok permasalahan yang akan diteliti yaitu mengenai Kesenian Ebeg di daerah desa Pangawaren yakni Kesenian Ebeg grup Putra Dahu. Terdapat tiga grup lagi sebagai perbadingan yaitu grup Kencana Mulyo Budoyo, Mugi Budoyo dan Turonggo Edan. Hal itu cukup untuk menelaah mengenai kesenian Ebeg di sekitar daerah Cilacap yang masih banyak eksis grup keseniannya.
Sanggar Andhika Jaya dalam Pelestarian Tari Kiprah Glipang di Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo Tahun 1980-2024 Putri, Mia Widasari Kiswari; Ida Ayu Wirasmini Sidemen; Anak Agung Inten Asmariati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 3 No. 6 (2025): Jurnal Sains Student Research (JSSR) Desember
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v3i6.6778

Abstract

This study aims to analyze the role and forms of preservation of the Kiprah Glipang Dance carried out by the Andhika Jaya Studio in Pendil Village, Probolinggo Regency, from 1980 to 2024. This research uses a qualitative method with a historical approach. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews with key informants, and document studies. The results show that Sanggar Andhika Jaya carries out comprehensive preservation through three main forms: (1) structured regular training with age grouping and a dancer regeneration system, despite facing challenges such as student discipline and the lack of regeneration for singers and musicians; (2) active participation in various art festivals from local to national levels, which functions as cultural promotion and education; and (3) contribution to government policy that establishes the Kiprah Glipang Dance as a local content subject in schools. The studio's existence also has positive implications for the community, such as strengthening social bonds and boosting the local MSME economy, and for the local government as a strategic partner in preserving cultural heritage and building the region's image. It is concluded that Sanggar Andhika Jaya has not only succeeded in maintaining the authenticity of the dance but has also innovated it into a therapeutic and cultural promotion medium.
Persamaan Kebudayaan Bali Dan Banyuwangi Ditinjau Dari Aspek Historis Hubungan Kerajaan Blambangan Banyuwangi Dan Kerajaan Mengwi Bali Riski Bagas Prakoso; I Ketut Ardhana; Anak Agung Inten Asmariati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Bali dan Banyuwangi dahulu hingga sekarang sangatlah erat, selain karena letak posisi geografis yang dekat hubungan antara Bali dan Banyuwangi juga dipengaruhi oleh unsur sejarah masa lampau yang dimana dahulu salah satu Kerajaan di Bali yakni Mengwi pernah menguasai Kerajaan Blambangan yang ada di Banyuwangi hal inilah merupakan salah satu penyebab dari eratnya hubungan antara Bali dan Banyuwangi, selain itu tidak bisa dipungkiri akibat dari hubungan yang sudah erat sejak jaman dahulu menyebabkan adanya persamaan dan perbedaan kebudayaan antara Bali dan Banyuwangi akibat akulturasi budaya, beberapa kebudayaan di Bali maupun di Banyuwangi memiliki persamaan yang mendasar seperti kesenian barong yang memiliki kesamaan bentuk dan makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptip kualitatif dengan menggunakan sumber-sumber yang telah tersedia. Tujuan Penelitian ini untuk membandingkan persamaan dan perbedaan budaya Bali dan Banyuwangi kepada para pembaca.
Cafe Mural Sebagai Tempat Nongkrong Yang Instagramable Di Sanur Benani Shalma; Anak Agung Inten Asmariati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena perkembangan cafe mural sebagai tempat nongkrong yang Instagramable di Sanur. Cafe mural menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang mencari pengalaman unik dan estetis dalam beraktivitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena ini dengan fokus pada dinamika desain mural, pengaruhnya terhadap pengalaman pengunjung, dan dampaknya terhadap industri kafe di Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis konten. Temuan penelitian menunjukkan bahwa cafe mural di Sanur tidak hanya berfungsi sebagai tempat nongkrong, tetapi juga sebagai ruang ekspresi seni dan identitas budaya. Desain mural yang unik menciptakan latar belakang yang menarik untuk berbagai konten media sosial, mempromosikan interaksi antar pengunjung, dan meningkatkan visibilitas kafe secara online.
Implikasi Desa Wisata Adat Kemiren sebagai Pelestari Sejarah dan Budaya Suku Osing Banyuwangi Anindita Amanda Putri; I Ketut Ardhana; Anak Agung Inten Asmariati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 6 (2024): Desember 2024 - Januari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang menyimpan kekayaan budaya dan sejarah menarik, salah satunya terkait suku Osing. Kebudayaan sekaligus sejarah terkait suku Osing saat ini dapat ditemukan melalui desa wisata adat. Secara sadar maupun tidak, keberadaan sejarah dan budaya yang ada berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat sehingga patut dilestarikan. Untuk memastikan kelestarian sejarah dan budaya suku osing di desa wisata adat tersebut maka diperlukan suatu pengkajian yang mendalam melalui penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implikasi desa wisata adat Kemiren sebagai pelestari sejarah dan budaya suku Osing Banyuwangi. Pembahasan yang dipaparkan mengacu pada konsep teori sejarah, budaya, dan pariwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif dengan sumber data berupa hasil wawancara, observasi, serta dokumentasi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini berupa lembar wawancara, observasi, serta perekam, Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa desa wisata adat Kemiren memiliki implikasi terhadap kelestarian sejarah dan budaya suku Osing yang turut mempengaruhi kehidupan masyarakat Banyuwangi