Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Vol 8, No 1 (2022): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan

TARI SIKAMBANG DI PESISIR SELATAN DALAM KONTEKS SENI PERTUNJUKAN: TINJAUAN GENDER DAN SEMIOTIKA

Nurhidayati Nurhidayati (Program Studi Seni Tari- Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Jl. Bahder Johan Padangpanjang)
Adriana Gusti (Program Studi Seni Tari- Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Jl. Bahder Johan Padangpanjang)
Yusfil Yusfil (Program Studi Seni Tari- Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Jl. Bahder Johan Padangpanjang)



Article Info

Publish Date
07 May 2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas tari Sikambang dalam konteks Seni Pertunjukan pada masyarakat Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan dalam kajian Analisis Gender dan Semiotika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis yaitu seluruh data yang didapat baik data tertulis, maupun data dilapangan, di deskripsikan kemudian dianalisis sesuai permasalahan peneliti yang diajukan. Teori yang digunakan adalah teori Gender yang dikemukakan Gayle Rubin danteori Semiotika oleh Ferdinand De Sausure. Gender dalam tari Sikambangyaitu penari laki-laki yang berperan sebagai perempuan dalam pertunjukan tari Sikambangdalam pesta perkawinan dari sudut pandang Gayle Rubin. Hal ini terlihat dari busana yang digunakan oleh penari. Tari Sikambang ditarikan oleh dua orang penari laki-laki yang berperan sebagai ayah dan ibu. Busana yang digunakan oleh penari yang berperan sebagai ibu adalah baju kebaya, rok dari kain panjang, dan tutup kepala (jilbab), sedangkan penari yang berperan sebagai ayah adalah baju koko, celana panjang dan peci hitam, walaupun demikian karakter gerak yang dihasilkan oleh penari yang berperan sebagai perempuan tetap terlihat Maskulin, sebagaimana Kodratnya sebagai laki-laki. Begitu juga dengan struktur gerak yang terdapat dalam tari Sikambang yang memiliki makna dalam kehidupan. Kata Kunci:    Tari Sikambang; pesta perkawinan; Pesisir Selatan; gender; semiotika

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

Lagalaga

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni ...