Transwomen or what we usually hear as transgender, becong or sissy are humans who are born with male sex but they choose a different way of life from men in general. These different choices of way of life often get discriminatory actions against trans women, acts of discrimination against trans women continue to increase every year. This shows that it is difficult for them to find a safe place for them, by rethinking the typology to build a safe space and community center for them. By combining the typology of safe space, post-traumatic design & phenomenology taken from the lifestyle of transwomen who live communally, it is an effort to build a community place for them to develop and feel safe through architectural media. Chroma is an embodiment of a user's perspective on trans women where they can reflect on themselves that trans women are just like them, humans. Keywords: Trans woman; Discrimination; Safe Space; Chroma; Self Reflection AbstrakTranspuan atau yang biasa kita dengar dengan sebutan waria, bencong atau banci merupakan manusia yang terlahir dengan jeis kelamin laki-laki namun mereka memilih jalan hidup yang berdeda dengan laki-laki pada umumnya. Pilihan jalan hidup yang berbedea ini kerap mendapatkan tindakan diskriminatif terhadap kaum transpuan, tindakan diskriminasi terhadap kaum transpuan terus meningkat setiap tahunya. Hal ini menunjukan bahawa mereka sulit menemukan tempat aman bagi mereka, dengan berfikir ulang tentang tipologi untuk membangun sebuah safe space dan community centre untuk mereka. Dengan menggabungkan tipologi dari safe space, post traumatic design & fenomenologi yang diambil dari pola hidup transpuan yang hidup secara communal merupakan sebuah upaya untuk membangun sebuah tempat komunitas untuk mereka berkembang dan merasakan aman melalui media arsitektur. Chroma merupakan sebuah perwujudan dari sebuah perspektif pengguna terhadap transpuan dimana mereka dapat merefleksikan diri bahwa transpuan juga sama sperti mereka, manusia.
Copyrights © 2022