Jurnal Inkofar
Vol 1, No 2 (2019)

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SARUNG TANGAN GOLF DENGAN METODE SIX SIGMA DALAM UPAYA MENGURANGI KECACATAN PRODUK (Studi Kasus di PT. Adi Satria Abadi, Yogyakarta)

Hana Silvia Dwi Putri (Politeknik Meta Industri)



Article Info

Publish Date
20 Jan 2020

Abstract

PT Adi Satria Abadi adalah perusahaan yang memproduksi sarung tangan salah satunya adalah sarung tangan golf untuk tujuan ekspor. Dalam proses produksi masih terdapat banyak produk cacat. Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan perbaikan kualitas. Salah satu model perbaikan peningkatan kualitas untuk mengurangi produk cacat adalah program Six Sigma dengan metode DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control).Penelitian ini mengkaji data atribut dan data variabel berupa panjang keseluruhan jari dan lebar telapak tangan. Pada tahap define dilakukan identifikasi suatu permasalahan menggunakan diagram SIPOC dan Peta Aliran Proses. Tahap measure yaitu tahap pengukuran proses produksi dengan menentukan Critical To Quality (CTQ) dan menghitung nilai DPMO dan tingkat sigma. Tahap analyze yaitu menganalisis kapabilitas proses produksi, stabilitas proses dengan uji hipotesis chi kuadrat, dan keterkendalian proses dengan peta kendali p dan peta kendali rata-rata. Analisis cacat terbesar menggunakan diagram Pareto dan akar penyebab dikaji menggunakan diagram Fishbone. Tahap improve dilakukan dengan metode 5W dan 1H.Hasil menunjukkan bahwa kapabilitas proses produksi cukup baik akan tetapi kondisi proses belum stabil. Tingkat sigma yang dihasilkan sebesar 3,77 dengan DPMO sebanyak 11509,99. Berdasarkan diagram Pareto, cacat meleset merupakan cacat yang sering terjadi pada produk sarung tangan golf dan akar penyebabnya adalah faktor manusia yaitu lelah, metode yaitu SOP tidak dilakukan dengan baik dan lingkungan yaitu bising. Berdasarkan metode Six Sigma, usulan perbaikan bagi perusahaan untuk mengurangi kecacatan produk sarung tangan golf yaitu dengan melakukan pengkajian ulang mengenai penambahan jam kerja/waktu lembur yaitu sebaiknya jam kerja ditambah pada hari libur kerja sehingga waktu bekerja menjadi 6 hari kerja, perlu melakukan pengarahan dan pengawasan secara intensif terhadap karyawan terkait pelaksanaan SOP dan mengevaluasi tata letak ruang kerja terutama letak mesin dan perlu pengadaan peredam suara untuk meredam dan mengatasi kebisingan.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

inkofar

Publisher

Subject

Computer Science & IT Control & Systems Engineering Engineering Industrial & Manufacturing Engineering Medicine & Pharmacology Public Health Transportation

Description

Inkofar adalah jurnal ilmiah multidisipliner yang memublikasikan hasil riset, tinjauan pustaka, studi kasus, dan komunikasi singkat pada ranah Teknik Industri, Ilmu Komputer/Teknologi Informasi, dan Ilmu Farmasi beserta irisan di ...