Pendahuluan: Tumbuhan Saputangan biasanya hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Kenyataannya, daun saputangan mengandung senyawa flavonoid berdasarkan hasil skrining fitokimia yang dilakukan. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan dapat memperlambat munculnya penyakit kronis. Maka diperlukan untuk menentukan kadar senyawa flavonoid total di dalam daun saputangan dan mengukur aktivitas antioksidannya. Tujuan: Penentuan kadar flavonoid total menggunakan metode Spektrofotometri UV-Visibel dan mengukur IC50 sebagai antioksidan daun saputangan menggunakan metode DPPH (Diphenyl Picryl Hidrazil). Metode: Skrining menggunakan FeCl3, NH3, Alkali dan Pb(CH3COO)2. Proses maserasi dilakukan menggunakan etanol dan direndam dalam maserator selama lebih dari 24 jam. Pengukuran kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometer UV-Visibel pada panjang gelombang kuersetin maksimum yaitu 442 nm. Hasil: Persamaan regresi linier untuk kurva kalibrasi quercetin yang dihasilkan adalah persamaan y = 0,0155x + 0,0387 dengan nilai korelasi (R2) sebesar 0,9943. Regresi linier antioksidan daun saputangan terhadap persentase hambatan adalah y = 0.6899x + 1.5616 dengan korelasi (R2) sebesar 0.9895. Daun Saputangan mengandung senyawa flavonoid yang terbukti berdasarkan hasil skrining. Sedangkan berat ekstrak setelah dipartisi menggunakan etil asetat dan n-heksana adalah 50 gr. Kadar flavonoid total pada daun saputangan adalah 33,87 mg QE/g ekstrak atau 33,87%. Nilai IC50 sebesar 70,2108 ppm yang dikategorikan sebagai antioksidan pada tingkat sedang. Kesimpulan: Kandungan flavonoid total adalah 3,87 mg QE/g ekstrak atau 33,87% dan dikategorikan sebagai antioksidan pada tingkat sedang.
Copyrights © 2022