Pendahuluan: kanker merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar yang mengancam kehidupan manusia di seluruh dunia dan di Indonesia. Dan kemoterapi menjadi satu perawatan modalitas yang paling umum dan paling sering digunakan di Indonesia. Mual dan muntah adalah dua gejala yang paling sering di keluhkan pasien setelah beberapa hari menjalani kemoterapi. Tujuan: untuk mengetahui efek minyak peppermint terhadap mual dan muntah pasien kanker akibat kemoterapi demi meningkatkan kualitas hidup dan kepuasan pelayanan kesehatan. Metode: penelitian ini menggunakan metode literatur review non systematic, yang membahas mengenai topik yaitu: (1) terapi komplementer: pappermint dan (2) mual dan muntah akibat kemoterapi. Hasil: minyak peppermint secara signifikan mengurangi frekuensi mual, muntah dan keparahan mual pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Oleh karena itu, penggunaan minyak peppermint bersama dengan antiemetik setelah kemoterapi dengan risiko muntah sedang dan rendah dapat direkomendasikan untuk mengatasi mual dan muntah akibat kemoterapi. Kata kunci: Pappermint1, kanker2, mual3, muntah4, kemoterapi5
Copyrights © 2022