Permasalahan penelitian ini adalah siswa sulit memahami operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan mengakibatkan rendahnya hasil belajar matematika siswa karena proses pembelajaran kurang maksimal. Salah satu upaya meningkatkan hasil belajar yaitu melalui model Direct Instruction divariasi dengan Numbered Heads Together. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dengan dua siklus pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa kelas V semester genap SDN Semangat Karya Batola, sebanyak 23 orang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Jenis data penelitian ini adalah data kualitatif yang diperoleh melalui observasi aktivitas guru dan siswa, dan data kuantitatif diperoleh melalui teknik pengukuran dengan tes tertulis secara individu. Analisis data dihitung berdasarkan skala persentase dan indikator ketuntasan belajar yang ditetapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada siklus I mencapai kriteria baik dan pada siklus II mencapai kriteria sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus I mencapai kriteria aktif dan pada siklus II mencapai kriteria sangat aktif. Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pada siklus I mencapai 73,91% dan pada siklus II mencapai 91,3%. Hal tersebut menunjukkan ketercapaian indikator yang telah ditetapkan. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa model Direct Instruction divariasi dengan Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan pada siswa kelas V SDN Semangat Karya Batola dan hipotesis dapat diterima. Model Direct Instruction divariasi dengan Numbered Heads Together ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pemilihan model pembelajaran dalam pembelajaran Matematika serta dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2022