Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan kebudayaaan pesisir melalui analisis antologi cerpen yang berjudul Ziarah Bagi yang Hidup karya Raudal Tanjung Banua. Permasalahanya adalah, budaya pesisir belum banyak terungkap padahal memiliki kekhasan budaya tersendiri dari segi sosial, individual, lingkungan dan kehidupan. Teori yang digunakan adalah teori antropologi sastra dengan analisis bersifat hermeutika untuk mengungkapkan makna dibalik teks. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebudayaan pesisir penuh dinamika dan memiliki pesona. Dinamika kebudayaan pesisir adalah seorang pelaut yang telah pergi melebihi hitungan jari (lebih dari sepuluh hari), maka ia akan ditempatkan pada kata ketiadaan (pasrah karena keceakaan di laut). Lautan menurut adat para pelaut atau nelayan dan masyarakat pesisir penuh dengan kemungkinan. Mungkin tenggelam, terdampar atau memilih tempat tinggal baru. Bisa saja pelaut digulung atau dibuuh oleh komplotannya atau pembajak laut. Kebudayaan yang sangat kuat ini sangat disadari istri pelaut, anak dan sanak keluarganya. Hal ini sangat bertentangan dengan adat dan budaya masyarakat di daratan.
Copyrights © 2019