Moderasi Beragama merupakan focus utama Kementerian Agama, bahkan menjadi salah satu dari tiga mantra yang menjadi ruh pada Kementerian Agama saat ini. Hal itu disebabkan karena moderasi beragama mempunyai tingkat relevansi dan urgensi yang tinggi ditengah-tengah kehidupan beragama di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan apakah penyuluh Agama mampu memahami pendidikan moderasi. Sedangkan Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Dimana pendekatan deskritif hanya mendiskripsikan fenoma, gejala, peristiwa dan kejadian yang terjadi. Hasil dari penelitian ini menunjukan, bahwa hubungan kita terhadap sesama manusia haruslah terjaga dengan utuh dan erat berpegang teguh pada dasar islam yang telah ditanamkan oleh para pembawa Islam ketanah Indonesia. Sikap moderat yang di junjung tinggi oleh para pendahulu kita haruslah tetap eksist dalam jalannya, dengan cara kita menjaga citra islam di wajah dunia dan menjaga islam dari golongan ekstrim seperti orang yang berpaham liberal, plural, sekuler serta munculnya kaum radikal yang pendek pemahamannya akan islam tentu ini semua sebagai jalan kita untuk menjaga keabadaian syariat islam dan mengamalkan konsep moderat (wasahtiyah) dalam islam hingga terciptanya rasa kasih saying terhadap sesama dan rasa saling menghormati dan menghargai akan perbedaan dan keberagaman yang ada di kalangan umat islam khususnya yang ada di Indonesia.
Copyrights © 2022