Islam sebagai agama universal dan komprehensif belum dipahami secara integral dan utuh oleh sebagaian besar umat, pemahaman mereka masih parsial dan belum bisa mencerminkan pribadi muslim yang kaffah. Tarik menarik ajaran agama antara symbol (eksoterik) dan subtansi ( esoteris) telah melahirkan sikap dan prilaku keagamaan yang mengarah pada dua tipe, antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Makalah ini berusaha mengkritisi kedua tipologi keagamaan tersebut sebagai realitas yang berkembang di masyarakat untuk mendapatkan gambaran realitas umat untuk menyelesaikan persoalan tersebut, serta memahami lebih jauh bagaimana sebenarnya pesan moral ajaran agama. Para ahli memberikan paradigma yang baru tentang fiqh. Buku-buku tersebut menawarkan paradigm baru tentang fiqh dari paradigma lama yang lebih berorientasi pada permasalahan-permasalahan ritual menuju pada keseimbangan (equality) di dalam melaksakan ibadah kepada Allah. Realitas keagamaan ini barangkali hadir di hadapan dan di sekitar kita yang perlu dipahami lebih jauh landasan ideologis normatifnya dan bagaimana sebenarnya pesan moral ajaran agama yang terdapat dalam teks-teks suci.
Copyrights © 2022