Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai Desember 2016 di Kampung Kwatisore, Papua. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kemunculan hiu paus (Rhincodon typus) berdasarkan keberadaan bagan dan paradigma (kepercayaan) masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi. Observasi dilakukan terhadap setiap hiu paus (R.typus) yang muncul di sekitar bagan nelayan yang sedang melakukan operasi penangkapan ikan. Pengamatan dilakukan mulai pukul 07.00-18.00 WIT selama penelitian untuk melihat kemunculan hiu paus secara langsung. Wawancara dilakukan terhadap beberapa masyarakat (responden kunci) untuk mengetahui hubungan antara kemunculan hiu paus yang berkaitan dengan paradigma (kepercayaan) masyarakat, sehingga dijadikan suatu kearifan lokal oleh masyarakat kampung Kwatisore.Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, yaitu ditampilkan dalam bentuk gambar. Berdasarkan hasil penelitian, bagan yang melakukan aktivitas penangkapan di perairan Kwatisore berada dalam zona pemanfaat tradisional. Keberadaan bagan juga memberikan dampak terhadap munculnya hiu paus di Kwatisore. Dari hasil pengamatan, hiu paus hampir ditemukan muncul pada setiap bagan nelayan yang melakukan operasi penangkapan. Kemunculan hiu paus juga sudah terjadi sejak dulunya di perairan Kwatisore berdasarkan kepercayaa masyarakat dan memberikan dampak positif dalam pengembangan kearifan lokal masyarakat atraksi budaya serta bentuk-bentuk sofenir (ukiran dan pahatan patung hiu paus) di Kampung Kwatisore.
Copyrights © 2020