Mal Artha Gading merupakan mal yang berada di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara dan dikelola oleh PT SWADAYA PANDHUARTHA yang menggunakan Chiller sebagai sistem pendingin. Permasalahan yang ada yaitu tidak optimalnya mesin chiller dalam beroperasi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuni maupun pengunjung yang datang. TPM adalah salah satu metode proses maintenance yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas di area kerja dengan mengurangi pemborosan. Alat ukur yang digunakan dalam menghitung efektivitas yaitu mencari nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sedangkan untuk mengetahui penyebab yang terjadi menggunakan perhitungan six big losses dan dianalisis menggunakan Diagram Sebab Akibat. Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah 3 mesin chiller dengan kapasitas 2000 ton refrigerant di Department Engineering. Hasil yang diperoleh dalam perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yaitu efektivitas mesin chiller masih dikategorikan dibawah standart kelas dunia menurut Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar 85%, sementara hasil yang diperoleh mesin chiller 1 sebesar 82.02%, chiller 2 sebesar 73.07%, chiller 3 sebesar 76.92%. faktor utama yang mempengaruhi rendahnya OEE pada masing-masing chiller terjadi pada faktor defect and process dengan persentase antara 45%-47% yang disebabkan tidak optimalnya produksi oleh manusia. Setelah usulan penerapan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu,dan shitsuke) diterapkan oleh bagian operator diharapkan nilai Overall Equipment Effectiveness mengalami peningkatan melebihi atau mendekati standart JIPM yaitu 85%, Availability 96%, Performance Efficiency 97%, dan Rate of Quality 92%.Kata Kunci: Chiller, Total Productive Maintenance, 5S, Overall Equipment Effectiveness.
Copyrights © 2021