Begitu banyak macam pekerjaan yang dipilih sebagai aktivitas di kehidupan sehari-hari. Anggapan bekerja acap kali hanya berputar untuk menerima upah sebagai hubungan timbal baliknya. Akan tetapi bagi kelompok pekerja kreatif freelancer melihat dari pandangan lain bahwa terdapat ruang untuk menyelam lebih dalam mengenai makna dari sebuah pekerjaan. Penilaian tampilan seorang freelancer tentu tidak bisa hanya dilakukan dengan kasat mata, yakni perlunya pengenalan identitas atas kesadaran dan pilihan pribadi untuk hidup beriringan dengan mode kerja freelancer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan observasi-partisipasi dengan prinsip-prinsip netnografi, wawancara mendalam, dokumentasi dan kajian literatur. Penulis menggunakan teori Antropologi Kerja dari Sarah Wallman dan teori Self dari Ward Goodenough sebagai dasar analisis penelitian ini. Penelitian ini menyoroti proses bagaimana kreatif freelancer di Kota Malang membangun identitasnya sebagai individu maupun hidup berkolektif dengan sesama. Dari kota Malang, para kreatif freelancer mendeskripsikan sebuah pengalaman dalam meniti rekam jejak identitas di industri kreatif bagi siapapun yang tertarik mempertajam kemampuannya.
Copyrights © 2022