Penelitian ini diharapkan mampu memberi gambaran kepada masyarakat mengenai tradisi membuat cipi’ dan sapu lidi menyambut bulan muharram bagi masyarakat suku Mandar. Pada penelitian ini kita akan memfokuskan pembahasan pada semiotik. Lokasi penelitian di Desa Lematto Kecamatan Campalagian, Sulawesi Barat. Sumber data terdiri dari dua sumber data, data primer, yaitu data berupa Makna tradisi membuat cipi’ dan sapu lidi bagi masyarakat suku mandar. Data sekunder, yaitu data tambahan yang diperoleh dari buku-buku dan wawancara dengan masyarakat sekitar yang berkaitan dan mendukung penelitian ini. Durasi penelitian selama satu bulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi membuat cipi’ dan sapu lidi menyambut bulan muharram bagi masyarakat suku Mandar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan referensi budaya pada masyarakat suku Mandar, Sulawesi Barat.
Copyrights © 2021