Dalam pekerjaan pembacaan warna pada sebuah benda yang mengandalkan mata mempunyai titik kelemahan atau kelelahan apabila dilakukan secara kontinyu atau terus menerus. Sebagai contoh pada pekerjaan titrasi atau pelarutan garam, aquadest, larutan KIO3 dan amilum terjadi perubahan warna dari semula bening menjadi biru gelap kepekaan dan ketelitian mata di perlukan konsistensinya, warna yang sejenis susah untuk membedakannya misalnya antara biru gelap dengan hitam atau dan sebagainya. Selama ini proses titrasi dilakukan secara manual oleh manusia yang menggunakan teknologi sensor warna untuk proses titrasi belum ada, maka dalam membuat artikel makalah ini merancang alat pendeteksi warna larutan KIO3 dengan menggunakan sensor TCS 230 untuk mesin titrator otomatis. Dari hasil perancangan dan pengujian alat didapat kesimpulan bahwa sistem pendeteksi warna menggunakan sensor TCS230 yang dibangun dapat bekerja dengan baik dan hasil implementasi menunjukkan bahwa tingkat akurasi alat sangat tergantung beberapa hal seperti pencahayaan, jenis benda berwarna yang akan dideteksi, jarak antara sensor dengan obyek warna. algoritma pembacaan sensor dengan membandingkan pembacaan frekuensi tanpa filter dengan filter sudah benar dan dapat diandalkan kemungkinan keberhasilan untuk pengujian dan pembacaan nilai RGB sebesar 87% untuk warna biru dan untuk warna putih 88%.Kata kunci : KIO3, titrasi dan sensor warna
Copyrights © 2021