Articles
107 Documents
Desain dan Uji Muatan Sistem Elektronika Roket Eksperimen Lapan Tipe RX-200
Kurdianto, Kurdianto;
Laksono, Shandi Priyo
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16.043 KB)
(Roket RXâ200 adalah jenis roket model balistik dengan diameter 200mm. Roket ini memiliki muatan (payload) berupa sensor pengindera gerak berbasiskan mikroprosesor.Payload tersebut dilengkapi dengan 6-Degree of Freedom (6-DOF) Inertial Measurement Unit (IMU) yaitu sensor berupa akselerometer dan gyroskope beserta telemetri sistem di onboard maupun di ground station dilengkapi dengan power sistem. Sensor pengindera gerak berupa akselerometerberfungsi untuk mengetahui percepatan saat roket terbang.Sedangkan gyroskopeberfungsi untuk mengetahui kecepatan sudut terbang roket (roll, pitch, yaw).
Pemanfaatan Sludge Limbah Industri MSG Sebagai Bahan Baku Pupuk Organik
utami, ardhaningtyas riza
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.569 KB)
Sludge Limbah MSG banyak mengandung bahan organic dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Pemanfaatan sludge limbah MSG sebagai bahan baku pupuk organic perlu ditambahkan kotoran sapi dan fosfat. Penambahan kotoran sapi dan fosfat dapat meningkatkan kandungan C organic dan nilai C/N ratio. Variasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah variasi komposisi antara P2O5 : Limbah MSG : Kotoran Sapi, yaitu : 40:30:30 ; 30:40:30 dan 40:20:40. Komposisi yang memberikan hasil terbaik adalah 30 bagian fosfat : 40 bagian sludge limbah MSG : 30 bagian kotoran sapi. Komposisi tersebut dapat menghasilka C/N rasio sebesar 21,9.
Respon Rasio Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Tepung Terigu Terhadap Kadar Air, Serat Kasar dan Organoleptik Kue Brownies Kukus
Hartati, Fadjar Kurnia
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16.043 KB)
Keberadaan singkong sebagai bahan pangan lokal bisa diolah menjadi tepung mocaf dan menggantikan posisi tepung terigu. Tentu saja belum semua peran tepung terigu bisa digantikan sepenuhnya. Mocaf juga dapat menjadi bahan baku beragam kue kering, seperti cookies, nastar, kastengel, brownies, kue kukus dansponge cake. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui respon rasio tepung mocaf dan tepung terigu terhadap kadar air, kadar serat dan organoleptik kue brownies kukus. Penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola 1 faktor dan 5 kali ulangan, yaitu faktor rasio tepung mocaf dan tepung terigu (20:80; 40:60; 60:40; 80:20; 100;0). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rasio tepung mocaf dan tepung terigu pada pembuatan kue brownies kukus tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air tetapi memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap kandungan serat kasar. Sedangkan rasio tepung mocaf dan tepung terigu tidak memiliki pengaruh yang nyata terhadap organoleptik rasa, warna dan aroma tetapi memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap keempukan kue brownies kukus. Hasil uji efektifitas perlakuan rasio tepung mocaf dan terigu 40:60 merupakan perlakuan terbaik/tertinggi dengan nilai 0,72 sedangkan perlakuan terendahnya adalah perlakuan rasio tepung mocaf dan terigu 100:0 dengan nilai 0,37.
Desain Sistem Kontrol Rotator Antena untuk Menggerakkan Antena 2 Sumbu
Kurdianto, Kurdianto
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16.043 KB)
Pelacakan (tracking) muatan roket dapat dilakukan dengan menggunakan antena disertai dengan sistem kontrol rotator antena yang berfungsi untuk menggerakkan antena secara 2 (dua) sumbu yaitu sumbu x dan sumbu y. Sumbu x merupakan sudut azimut dan sumbu y merupakan sudut elevasi. Sistem kontrol rotator antena dapat bergerak disebabkan ada perintah dari mikrokontroller yang menerima pesan perintah dari aplikasi kontrol antena berbasis android untuk menggerakan sudut elevasi dan sudut azimut nya. Pesan perintah dari aplikasi kontrol antena berbasis android terhadap mikrokontroler diterima melalui relay modul yang terdapat 4 (empat) channel yaitu channel 1 dan 2 berfungsi menggerakkan antena dengan sudut elevasi atas dan bawah, channel 3 dan 4 berfungsi menggerakkan antena dengan sudut azimut kanan dan kiri. Terjadi nya sinkronisasi tersebut disebabkan komunikasi melalui bluetooth yang terpasang pada sistem kontrol rotator antena dan aplikasi kontrol antena berbasis android..
Prototype Robot Beroda Sebagai Alat Bantu Penderita Disabilitas Menggunakan Sensor Easy Voice Recognition
nugroho, aji brahma
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (553.887 KB)
Abstrakâ Disabilitas merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami keterbatasan dalam melakukan aktifitas gerak yang disebabkan cacat fisik sejak lahir atau akibat kecelakaan fatal. Hal ini tentunya sangat mengganggu terutama dalam interaksi sosial dan mobilitas individu tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dikembangkanlah sebuah alat bantu untuk penyandang disabilitas yaitu robot kursi roda otomatis dengan pengendali suara berbasis mikrokontroler Arduino UNO R3 dan modul Easy Voice Recognition. Hasil penelitian menunjukkan sistem berfungsi dengan baik serta memiliki rerata nilai persentase keberhasilan sebesar 92 % untuk respon input suara pada lingkungan ideal dan 58 % pada lingkungan Non Ideal. Kata kunci ; Arduino UNO R3, Easy Voice Recognition,Â
Pengukuran Kinerja Supply Chain Berbasis SNI ISO 9001:2008 dengan Pendekatan SCOR (Studi Kasus : Baristand Industri Surabaya)
rica, yurniar supanggi
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (705.567 KB)
Penelitian ini dilakukan pada laboratorium pengujian yang telah tersertifikasi SNI ISO 9001:2008. Pengukuran kinerja supply chain dapat mengurangi masalah yang sering terjadi yaitu waktu pengujian. Jenis supply chain pada laboratorium pengujian adalah supply chain  bidang jasa. Metode yang digunakan adalah Model SCOR (Supply chain  Operations Reference) dikarenakan menyediakan pengukuran proses secara menyeluruh sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan untuk indikator kinerja yang kurang maksimal, tetapi model SCOR tidak memberikan cara yang digunakan untuk memilih indikator yang sesuai untuk suatu perusahaan tertentu, sehingga dalam menentukan indikator yang sesuai berdasarkan dengan sistem manajemen mutu yang diterapkan yaitu Sistem Manajemen Mutu (SMM) SNI ISO 9001:2008. SCM dan SMM memiliki beberapa aspek yang sama berdampak pada kinerja organisasi, antara lain perencanaan manajemen dan strategis; keterlibatan dan komitmen stakeholder / karyawan; informasi, integrasi dan hubungan dengan supplier yang saling menguntungkan; kepemimpinan, perbaikan terus-menerus dan inovasi Pengukuran kinerja  dalam penelitian ini akan dilakukan dengan menggunakan metode pembobotan dengan Analytical Network Process (ANP) untuk mengetahui skala nilai prioritas setiap Indikator dan Scoring System dengan metode Objectives Matrix (OMAX).
Pengembangan Awal Sensor Kimia Berbasis Serat Optik Untuk Mengukur Kadar Kadmium
Wulandari, Ika Prawesty;
Sultoni, Arif Indro;
Ferdiyanto, Hendro
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16.043 KB)
Paper ini mengusulkan penggunaan sensor fiber optik untuk mengukur kandungan Kadmium dalam air. Sinar laser, sensor fiber optic, tranduser dan detektor diinstal menjadi suatu bentuk perangkat pengukuran. Dua jenis bahan fiber optik, yaitu fiber optik berbahan plastik dan berbahan gelas akan dibandingkan. Konsetrasi Kadmiun divariasikan: 0 ppm; 0,01ppm; 0,05ppm; 0,1ppm; 1ppm dan 5ppm. Serat fiber berbahan gelas menunjukkan linieritas pengukuran lebih baik daripada bahan plastik dengan nilai korelasi R2 = 0,87 dimana serat plastik hanya mempunyai nilai korelasi R2 = 0,42.
PENGARUH SUMBER TEGANGAN TERHADAP SUHU BELITAN MOTOR INDUKSI KIPAS ANGIN
Wirapraja, Agung Yanuar
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (520.152 KB)
Penggunaan motor induksi sebagai penggerak utama produk-produk elektronika rumah tangga, berdampak pada perhatian tingkat keselamatan konsumen. Kenaikan suhu belitan motor perlu diperhitungkan guna memastikan tingkat keselamatan yang tinggi bagi konsumen. Metode yang digunakan didalam pengukuran suhu belitan motor adalah metode resistansi dan termokopel tipe K. Penggunaan perubahan sumber tegangan dari 150 volt sampai dengan 240 volt akan berpengaruh terhadap suhu belitan motor. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah membandingkan hasil pengukuran metode resistansi dengan metode termokopel tipe K untuk mengukur kenaikan suhu belitan motor. Penggunaan metode resistansi dalam pengukuran suhu belitan motor memiliki nilai yang cenderung tidak stabil jika dibandingkan dengan metode thermokopel tipe K dalam pengukuran selama 30 menit. Terdapat perbedaan hasil pengukuran suhu belitan motor dengan metode resistansi dan thermokopel tipe K, selisih tertinggi mencapai ± 34ËK, dan selisih terendah adalah ± 10ËK.
Pengembangan Desain Rice Box Yang Mengacu Pada Prilaku Pengguna Dalam Menyimpan Beras Dan Preferensi Secara Visual Terhadap Produk Rice Box Yang Sudah Ada
Aulia, Wildan
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi Juli 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (16.043 KB)
Masyarakat kota besar di Indonesia saat ini umumnya menyimpan persediaan beras di rumahnya dalam sebuah produk bernama rice box. Rice box merupakan sarana fungsional untuk menyimpan beras yang dirancang dan diproduksi melalui proses pabrikasi. Desain rice box pada dasarnya dikembangkan melalui pertimbangan jumlah konsumsi beras keluarga dan kemudahan produksi. Di sisi lain, pengembangan desain melalui pendekatan perilaku pengguna merupakan salah satu metode yang efektif untuk meminimalisasi kesalahan keputusan pengembangan sebuah produk di samping preferensi pengguna terhadap model produk. Penelitian ini memfokuskan pada pengembangan desain rice box melalui pendekatan aspek perilaku pengguna dalam menggunakan rice box. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan secara bulanan, pengkategorian perabotan rumah dan fungsi rice box mempengaruhi keputusan masyarakat untuk memilih tipe rice box. Penggayaan rice box tidak berkaitan dengan fungsi produk secara langsung namun cukup mempengaruhi minat beli. Hasil penelitian dapat menjadi acuan pengembangan desain rice box yang lebih terukur tanpa melupakan aspek kemudahan produksi dan penggayaan produk yang baik.
Pengaruh Temperatur/Suhu Terhadap Tegangan Yang Dihasilkan Panel Surya Jenis Monokristalin (Studi Kasus: Baristand Industri Surabaya)
Suryana, Deny
Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Teknologi Proses dan Inovasi Industri, Edisi November 2016
Publisher : Balai Riset Dan Standardisasi Industri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (530.792 KB)
Indonesia sebagai negara tropis memiliki kelebihan pada sinar matahari. Salah satu pemanfaatan sinar matahari menggunakan menjadi energi listrik menggunakan Panel Surya. Panel Surya adalah sebuah elemen semikonduktor yang dapat mengkonversi energi surya menjadi energi listrik dengan prinsip fotovoltaik. Tegangan dan Arus listrik yang dihasilkan sel surya dipengaruhi oleh tingkat intensitas radiasi cahaya matahari dan suhu udara lingkungan. Semakin rendah intensitas radiasi cahaya matahari maka makin rendah pula arus dan tengangan yang dihasilkan. Temperatur lingkungan disekitar panel surya juga memiliki kontribusi dalam perubahan temperatur pada sel-sel surya. Akibat kenaikan temperatur, maka Tegangan listrik yang diproduksi oleh panel surya menjadi berkurang. Untuk kondisi Surabaya, terjadi pengurangan tegangan listrik sebesar -111.05 V jika menggunakan panel surya jenis monokristalin.Â