Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan level kemampuan abstraksi matematis pada materi geometri (kubus dan balok) ditinjau dari gaya belajar tipe Kolb yang dimiliki siswa, menelaah keterkaitan antara level kemampuan abstraksi matematis dengan gaya belajar tipe Kolb dan mengetahui kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tes kemampuan abstraksi matematis berdasarkan kriteria Newman Error. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini diperoleh dengan melaksanakanĀ tes gaya belajar menggunakan instrumen KLSI (Kolb Learning Style Inventory) dan soal tes kemampuan abstraksi matematis yang disusun berdasarkan level dan indicator abstraksi matematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Persentase keberadaan tipe gaya belajar Assimilator, Diverger, Accomodator dan Converger berturut-turut adalah 53,3%, 20%, 13,3% dan 13,3%. 2). Siswa dengan gaya belajar assimilator, diverger dan accommodator lebih banyak berada pada level 1 dan level 2 dengan kriteria transisi. Sedangkan siswa dengan gaya belajar converger mampu mencapai level 1, level 2 dan level 3 dengan kriteria lengkap. 3). terdapat keterkaitan antara level abstraksi matematis dengan gaya belajar tipe converger. 4). Jenis kesalahan yang ditemui Ketika siswa menyelesaikan soal abstraksi matematis diantaranya kategori Encoding error, transformation error dan process skill error.
Copyrights © 2022