Fenomena yang terjadi dalam aksi kejahatan dan kekerasan merupakan kabar yang saat ini hangat dibicarakan. Munculnya aksi teror yang selalu diawali dengan paham yang berideologi radikalisme. Kabar terbaru yang aktual di media masa dan media sosial adalah aksi terorisme. Teroris dalam jaringan Mujahidin Indonesia Timur atau MIT yang diduga sebagai dalang atas pembunuhan warga desa Lembontonga Kabupaten Sigi. Terorisme yang identik dengan kekerasan dan kriminalisan menjadikan perbincangan yang hebat atas kasus pembunuhan tersebut. Hal itu yang menjadikan masyarakat terdoktrin atas ideologi radikal dalam jaringan teroris. Berangkat dari hal tersebut agama pun dijadikan sebagai motif atas tindakan radikal yang dilakukan oleh jaringan MIT pimpinan Ali Kalora. Dalam artikel ini penulis mencoba menganalis apakah gerakan terorisme yang radikal selalu menjadikan agama sebagai latar belakang dalam eksistensinya, dengan melihat fenomena aksi teror yang terjadi di Sigi oleh kelompok MIT. Penulisan artikel ini juga bertujuan untuk mengimplikasikan antara orientasi agama intrinsik dengan gerakan radikal jaringan terorisme MIT.
Copyrights © 2022