Vivi Sri Rafika Umroh
Studi Agama dan Resolusi Konflik, Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Advokasi Terhadap Kaum Waria di Pondok Pesantren Waria Al-Fattah Yogyakarta Vivi Sri Rafika Umroh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.556 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4229

Abstract

Artikel ini membahas tentang bentuk advokasi yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Waria Al-Fatah terhadap kaum minoritas waria atau transgender. Advokasi tersebut dilakukan karena seringnya terjadi diskriminasi terhadap waria yang dilakukan oleh masyarakat social. Melihat bahwasannya kaum waria pun merupakan makhluk Allah SWT yang tetap harus dikembalikan hak-hak dalam kehidupan. Maka Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta hadir sebagai wadah untuk memberikan kenyamanan dan hak-hak kaum waria Kembali. Dengan memberikan banyak program-program pemberdayaan yang berupa kegiatan keagamaan, social bahkan ekonomi yang diharapkan dapat mengembalikan kesadaran kaum waria atas fitrahnya. Penelitian kualitatif yang dilakukan oleh penulis ini menggunakan metode kepustakaan. Dengan memanfaatkan sumber-sumber dari penelitian jurnal-jurnal, buku-buku ataupun dokumen yang dapat memperkaya artikel. Penulis merujuk pada teori advokasi yang dicetuskan oleh Charles Zastrow.
Gerakan Radikalis Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ditinjau dari Orientasi Ekstrinsik Keagamaan (Studi Kasus Pembunuhan dan Aksi Teroris di Sigi Sulawesi Tengah) Vivi Sri Rafika Umroh
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.189 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4230

Abstract

Fenomena yang terjadi dalam aksi kejahatan dan kekerasan merupakan kabar yang saat ini hangat dibicarakan. Munculnya aksi teror yang selalu diawali dengan paham yang berideologi radikalisme. Kabar terbaru yang aktual di media masa dan media sosial adalah aksi terorisme. Teroris dalam jaringan Mujahidin Indonesia Timur atau MIT yang diduga sebagai dalang atas pembunuhan warga desa Lembontonga Kabupaten Sigi. Terorisme yang identik dengan kekerasan dan kriminalisan menjadikan perbincangan yang hebat atas kasus pembunuhan tersebut. Hal itu yang menjadikan masyarakat terdoktrin atas ideologi radikal dalam jaringan teroris. Berangkat dari hal tersebut agama pun dijadikan sebagai motif atas tindakan radikal yang dilakukan oleh jaringan MIT pimpinan Ali Kalora. Dalam artikel ini penulis mencoba menganalis apakah gerakan terorisme yang radikal selalu menjadikan agama sebagai latar belakang dalam eksistensinya, dengan melihat fenomena aksi teror yang terjadi di Sigi oleh kelompok MIT. Penulisan artikel ini juga bertujuan untuk mengimplikasikan antara orientasi agama intrinsik dengan gerakan radikal jaringan terorisme MIT.