JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022

Tradisi Mengayun Anak Suku Banjar “Bapukong” di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir Riau

Lifa Mutiara (Magister Psikologi UIN Suska Riau)



Article Info

Publish Date
11 Jul 2022

Abstract

Bapukong adalah cara mengayunkan anak usia 2 bulan hingga 1,5 tahun dengan posisi duduk, punggung dan tulang belakang dalam posisi lurus dan yang menopangnya harus pintar dan telaten, tidak bisa dilakukan sembarangan karena dalam Jika Anda merawat anak tersebut, dikhawatirkan anak tersebut akan merasa sakit dan terjadi sesuatu. tidak diinginkan, maka posisi lutut terlipat hampir menyentuh dada, dan posisi tangan anak menyentuh dada atau perut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini tentunya merupakan pendekatan emic dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah alasan mengapa kota masih mempertahankan tradisi Bapukong yang merupakan identitas budaya lokal Suku Banjar di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau., Sebuah penghormatan kepada nenek moyang masyarakat Suku Banjar yang sudah membuat adat yang dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat. Suku Banjar sendiri. Tradisi Bapukong dipertahankan oleh Suku Banjar di Tembilahan karena fungsinya antara lain mendidik mental, menguatkan dan meluruskan tulang belakang, menguatkan dan meluruskan leher, memberikan kenyamanan dan membuat anak cepat hanyut, mencegah anak masuk angin, digigit nyamuk, dan menjaga anak agar tidak jatuh dari ayunan, menghindari anak tersedak saat menyusu menggunakan botol, menghindari lecet karena anak buang air kecil.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

jptam

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues ...