Salah satu tantangan yang dihadapi guru di abad 21 adalah keterampilan kolaborasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan kepemimpinan terdistribusi (DL) untuk melakukan pengembangan profesional guru secara kolaborasi melalui komunitas pembelajaran profesional (PLC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan kepala sekolah dalam mengatasi permasalahan kolaborasi guru, hambatan PLC, implementasi DL, dan penanganan permasalahan praktik PLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin sekolah meningkatkan kolaborasi guru melalui PLC. Praktik PLC didasarkan pada kesamaan visi dan misi, membangun profesionalisme guru, memperkaya pengetahuan, dan saling melengkapi. Kendala PLC adalah kolaborasi spontan masih terbatas, menyebabkan perbedaan pemahaman antar guru, perbedaan konteks sekolah, dan kurangnya persatuan antar anggota. Implementasi DL dengan memberikan kesempatan kepada guru untuk berkolaborasi dan pimpinan sekolah memberikan dukungan dalam praktik PLC.
Copyrights © 2022