Pratiti Wana Kerthi adalah sebuah karya Peed Aya (pawai) yang disajikan pada pembukaan Pesta Kesenian Bali XLIII tahun 2021. Karya ini terinspirasi dari fungsi pohon sebagai sumber kehidupan. Pratiti Wana Kerthi secara ethimologi bermakna memuliakan pohon, membangun simponi harmoni semesta raya menuju kehidupan yang sejahtera dengan jiwa yang maha sempurna. Karya ini dikemas dan disajikan secara virtual dengan memadukan berbagai tekhnik sinematografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai estetika yang terdapat dalam karya Peed Aya Pratiti Wana Kerthi. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian kualitatif yakni bersifat deskriptif analitis. Teori yang digunakan untuk membedah karya adalah teori estetika. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pratiti Wana Kerthi sebagai karya seni pertunjukan memiliki nilai estetis yang dapat diamati dari tiga aspek utama yakni, wujud, bobot, dan penampilannya. Dari aspek wujud, karya ini memiliki bentuk perpaduan antara sajian pawai dengan pertunjukan sinematografi. Struktur karya ini dibingkai oleh narasi mulai dari penciptaan hutan (taru reka), fungsi hutan sebagai obat (ubud, ubad, urip), fungsi hutan sebagai sumber kesejahteraan (kertahita penglipuran), fungsi hutan sebagai sumber kesucian (sudhaning besakih), dan pelestarian hutan (nyiwi wana). Bobot karya ini tersirat dalam pesan karya yakni pentingnya memuliakan pohon sebagai sumber kehidupan. Dan aspek estetis karya ini tampak dari penyajian karya dengan berbagai keindahan kostum, properti, ekspresi, serta kemasan sinematografi.
Copyrights © 2022