Penelitian ini dilatarbelakangi adanya beberapa aktivitas etnomatematika seperti aktivitas membilang, aktivitas mengukur, aktivitas merancang bangun, aktivitas menentukan arah dan lokasi, aktivitas bermain hal tersebut ada pada kearifan lokal khususnya di Kota Pekalongan yaitu kearifan masyarakat pesisir pantai yaitu ngiteng atau memperbaiki jala ikan untuk menangkap ikan. Selain itu, aktivitas bermain di daerah pesisir diantaranya seperti “jengklek” atau “engklek”, bermain layangan, dan rok umpet. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas etnomatematika pada kearifan budaya lokal masyarakat pesisir Kota Pekalongan dan konsep yang terkandung di dalamnya. Kearifan lokal masyarakat pesisir pantai yaitu ngiteng atau memperbaiki jala ikan untuk menangkap ikan, aktivitas bermain jengklek atau engklek, bermain layangan, dan rok umpet. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif analitik kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kearifan budaya lokal masyarakat pesisir Kota Pekalongan banyak mengandung aktivitas etnomatematika. Di antaranya adalah aktivitas ngiteng, aktivitas membatik, aktivitas menangkap ikan dan aktivitas bermain jengklek atau engklek. Bahwa berbagai aktivitas tersebut berhubungan dengan etnomatematika seperti membilang, mengukur, merancang bangun, menentukan arah dan lokasi, bermain. Sementara itu, konsep matematika yang terdapat dalam aktivitas kearifan budaya lokal masyarakat pesisir Kota Pekalongan adalah ngiteng, mengandung konsep bangun datar; membatik, mengandung konsep bangun datar; menangkap ikan, mengandung konsep matematika sudut; dan bermain jengklek atau engklek, bermain layangan, dan rok umpetyang mengandung konsep matematika bilangan asli dan konsep bangun datar.
Copyrights © 2022