Keterampilan berpikir kreatif adalah salah satu keterampilan yang dituntut pada abad 21. Peran keterampilan berpikir kreatif sangatlah penting bagi siswa dalam mengahasilkan berbagai macam ide dan jawaban. Siswa yang memiliki keterampilan berpikir kreatif akan mampu menghadapi permasalahan nyata pada pembelajaran IPA. Permasalahan mengenai lapisan bumi, mitigasi bencana, dan global warming merupakah permasalahan krusial dalam kehidupan yang akan dihadapi siswa. Guru perlu membuat sebuah strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan berpikir kreatif. Dasar dari pembuatan strategi tersebut adalah hasil analisis keterampilan berpikir kreatif siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keterampilan berpikir kreatif siswa kelas 7 SMP di Jember, Jawa Timur, Indonesia mengenai lapisan bumi, mitigasi bencana dan global warming. Hasil penelitian menunjukan keterampilan berpikir kreatif siswa bernilai 43 berada pada tingkat sedang. Indikator fluency memiliki nilai paling tinggi, sedangkan flexibility memiliki nilai paling rendah. Penyebab dari hal tersebut antara lain personality, motivasi, lingkungan, tingkat kecerdasan, CSE (Creative Self – Efficacy), keterbatasan waktu, bahan ajar, dan instrument penilaian. Upaya yang dapat dilakukan antara lain menerapkan Problem- Based Learning (PBL), model pembelajaran RICOSRE, metode teaching and training, STEM, virtual laboratory, dan model pembelajaran 6E.
Copyrights © 2022