Hasil penelitian ini yaitu pada tahun 2020 diperkirakan 5-10% anak di Indonesia mengalami keterlambatan perkembangan. Pada bulan April sampai Juni 2021 terdapat 60,7% balita dengan keterlambatan perkembangan. Persentase BGM di Kabupaten Labuhan Batu pada tahun 2021 sebesar 0,47% meningkat pada tahun 2022 menjadi 1,04%. Prevalensi BBLR pada tahun 2021 sebesar 4,81% menjadi 4,84% pada tahun 2022. Puskesmas Rantau Prapat menempati peringkat pertama jumlah balita dengan status gizi buruk (kurus) di Kabupaten Labuhan Batu yaitu sebesar 6,68%. Beberapa penelitian menunjukkan perkembangan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan identifikasi masalah tersebut maka pertanyaan penelitian pada penelitian ini adalah “apakah faktor-faktor yang mempengaruhi status perkembangan balita usia 1-3 tahun di wilayah Puskesmas Rantau Prapat?” Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak di RA Rantau Prapat Kabupaten Labuhan Batu. Kesimpulan penelitian ini adalah status gizi buruk (kurus) adalah faktor yang paling mempengaruhi Status perkembangan balita usia 1-3 tahun.
Copyrights © 2022