Energi listrik yang digunakan di Indonesia sebagian besar berasal dari pembangkit listrik dengan sumber energi tidak terbarukan. Kebutuhan energi listrik di masyarakat sesuai dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Pemakaian sumber ini dengan dalam jangka waktu yang panjang dapat habis. Oleh karena itu untuk meningkatkan pemakaian energi listrik digunakan sumber energi terbarukan. Salah satu sumber energi terbarukan yang melimpah adalah sumber energi matahari, karena wilayah Indonesia terletak pada garis khatulistiwa. Sumber ini dapat diperoleh secara gratis dan tidak menimbulkan dampak lingkungan. Oleh karena itu Tim Pengabdi Universitas PGRI Semarang melakukan identifikasi potensi energi matahari di wilayah keluarahan Tambakharjo, khususnya pada SD Negeri Tambakharjo Semarang. Metode yang digunakan terbagi dua tahapan yaitu tahapan observasi lapangan dan tahapan perencanaan PLTS. Hasil pengukuran maksimal pada jam 11.00 hingga 12.00 sebesar 49.21 Wh. Dengan pengukuran ini menunjukkan bahwa lokasi pengabdian sangat cocok jika digunakan sistem PLTS. Dalam metode perencanaan dihasilkan perhitungan beban 18490 Wh, maka dibutuhkan panel surya 200 Wp sebanyak 18 buah, 16 buah baterai untuk penyimpan energi matahari, dan pengatur arus pengisian baterai dan beban atau SCC 120 A.
Copyrights © 2022