Penelitian ini ini bertujun untuk menjelaskan pandangan tentang otentisitas kitab suci samawi dalam kitab tafsir karya Jamal al-Din al-Qasimi Dalam pandangan al-Qasimi. Penelitian ini bersifat kepustakaan, maka penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, dalam penelitian ini memuat keterangan dan analisis terhadap ayat tentang otentisitas kitab suci perspektif al-Qasimi. Jamal al-Din al-Qasimi menyatakan arti tahrif yang terjadi pada orang Yahudi dan Kristen ketika menafsirkan kitab suci masing-masing, sementara teksnya sama sekali tidak diragukan kebenarannya. Dalam hal ini, al-Qasimi mengutip pendapat al-Thabari dan Ibn Katsir, bahwa pengertian istilah yuharrifuna adalah “mereka menafsirkan kalam Illahi berbeda dengan makna sebenarnya” atau “mereka menukar makna dan penafsirannya, dan mengubahnya”. Hal senada, juga diungkapkan oleh Abu al-Kalam Azad bahwa tahrif terjadi pada wilayah penafsiran bukan pada teksnya. Pemalsuan yang dikaitkan dengan orang Yahudi bukan menyangkut pada ranah ketidakpercayaan terhadap kitab suci mereka, namun, pada konteks kelemahan utama mereka pada tataran kenyataan bahwa mereka tidak lagi mempunyai pengetahuan yang benar tentang kitab suci mereka dan tidak lagi bertindak dengan benar sesuai denga tuntuntan kitab suci mereka
Copyrights © 2022