Artikel ini bertujuan untuk menanggulangi gangguan kepribadian (antisosial) yang dalam perspektif al-Qur’an mencakup terma: nifāq, ya’s wa qunūth, thama’, ghadhab, dzulm, fasād, dan bukhl. Penanggulangan gangguan kepribadian (antisosial) ditemukan melalui tiga strategi ilmu kesehatan yaitu: preventif, kuratif dan rehabilatitif yang dikorelasikan dengan petunjuk Al-Qur’an. Gangguan kepribadian (antisosial) tersebut bermuara dari sifat keluh kesah (halū’an) pada diri manusia (QS. Al-Maarij/70:19-23) yang disebabkan oleh kurangnya aspek keimanan, pemahaman agama, dan kekosongan hati dari ajaran-ajaran agama. Dari sisi preventif, penanggulangan dilakukan melalui penguatan kehendak (political will) dan pengoptimalan peran tanggung jawab keluarga, sekolah serta masyarakat. Sedangkan dari sisi kuratif melalui terapi kepribadian dengan memperkuat keimanan dan terapi kepribadian dengan ibadah (shalat, puasa, haji, sabar, taubat dan dzikir). Sementara dari sisi rehabilitatif, ditempuh dengan cara terapi psikologis dan menghidupkan nilai-nilai agama.
Copyrights © 2022