Jenis pembelajaran merupakan kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap, mengatur dan mengelola informasi. Pada umumnya siswa yang berpikir kritis akan menggunakan prinsip dan pemahaman dasar dalam menjawab pertanyaan bagaimana dan mengapa. Adapun permasalahan dari data yang ada ditemukan bahwa siswa tidak memperhatikan materi yang diajarkan oleh guru dalam proses belajar mengajar, karena beberapa guru pengajar yang monoton dalam mengajar, seperti halnya pada pelajaran IPS saja. menggunakan metode ceramah, setelah itu siswa disuruh membaca manual sehingga hal ini menyebabkan siswa kurang mampu berpikir kritis. Oleh karena itu siswa mengalihkan fokusnya dengan bermain bersama teman sekelasnya, menyandarkan kepala di meja sehingga siswa sering tidak fokus saat belajar, siswa kurang aktif bertanya, siswa kurang aktif menjawab pertanyaan teman, siswa kurang aktif ketika berdiskusi dengan orang lain. teman di kelas, dan siswa sulit mengingat materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pembelajaran VAK (visual, auditori, kinestetik) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPS di SMP Negeri 5 Panji Situbondo. Hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi antara ketiga variabel bebas secara simultan dengan kriteria Ry(1,2,3) sebesar 0,896 dan uji Freg, hipotesis kerja mayor akan terbukti jika f-hitung lebih besar dibandingkan F-tabel dengan taraf signifikan 5%. Besarnya F-hitung adalah 130,52 sedangkan F-tabel adalah 2,6994 pada N = 100, artinya F-hitung lebih besar dari F-tabel sehingga dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara jenis VAK mempelajari keterampilan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2022