Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban kerja fisik yang diterima pekerja di PT. XYZ yang bergerak di bidang pembuatan kabel listrik. Perusahan ini merupakan salah satu perusahaan yang mendistribusi kabel listrik yang ada di kawasan Kota Batam yang mempunyai kapasitas produksi sampai dengan 800.000 meter setiap bulannya. PT. XYZ memiliki 5 stasiun kerja yaitu stasiun pemilihan Conductor Insulation, Cabling, Armour, Inner Sheath, dan Sheath. Untuk mengejar target produksi saat musim pandemi dengan target produksi yang sama membuat karyawan kewalahan dikarenakan jam lembur yang tidak ada. Berdasarkan masalah di atas, penulis akan melakukan pengukuran beban kerja fisik pada operator Cabling dengan menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL). selanjutnya dapat dianalisis lebih lanjut untuk mendapatkan solusi atas masalah tersebut. Subjek penelitian ini adalah seluruh pekerja di stasiun Cabling tersebut yang berjumlah 3 orang. Metode analisis yang digunakan untuk mengukur beban kerja fisik pekerja adalah Cardiovascular Load (CVL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja fisik yang paling besar dirasakan oleh pekerja 3 di stasiun kerja Cabling nilai persentase CVL 60,109%. Sedangkan beban kerja paling ringan dirasakan oleh pekerja 2 dengan nilai % CVL 29.588. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan waktu istirahat setelah di rata – rata dari ke 3 pekerja adalah dengan penambahan waktu 21 menit. Kata kunci: Beban Kerja Fisik, Cardiovascular Load, Waktu Istirahat DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpvti.v2.i2.202006
Copyrights © 2020