Latar Belakang : Kelainan refraksi mata merupakan gangguan mata yang menyebabkan mata tidak dapat melihat atau fokus pada sesuatu objek sehingga pandangan menjadi kabur bahkan dapat menyebahkan penglihatan melemah. Kelainan refraksi mata yang berupa miopi sudah dapat terdeteksi pada anak usia sekolah dasar dan dapat berkembang seiring meningkatnya usia. Oleh karena itu, perlu dilakukan skrining kelainan refraksi mata pada usia sekolah Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas alat skrining kelainan refraksi mata. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas VI SDN Model Banyuwangi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2018 di SDN Model Banyuwangi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner.dan Optotype snellen untuk memeriksa kelainan refraksi mata sebagai metode baku emas. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai validitas instrumen skrining yakni, nilai sensivisitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif secara berurutan adalah 17%, 83,3%, 17%, dan 75%. Kesimpulan : Nilai validitas yang diperoleh rendah yang artinya skrining ini lemah dalam mendeteksi siswa yang positif mengalami kelainan refraksi mata.
Copyrights © 2020