Kabupaten Lombok Tengah yang didominasi pertanian lahan kering menjadi sentra produksi kedelai kedua di tingkat provinsi, namun, petani di Lombok Tengah kurang berminat menanam kedelai karena merugikan. Kondisi ini menurunkan jumlah produksi kedelai dan menguatkan ketergantungan terhadap kedelai impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model akselerasi swasembada kedelai di wilayah pertanian lahan kering Kabupaten Lombok Tengah. Uji coba model pada kelompok masyarakat binaan bertujuan menilai ketepatan peran dan interaksi komponen-komponen model untuk mempercepat pencapaian swasembada kedelai di Lombok Tengah. Sentra uji coba model adalah pengembangan agroindustri berbasis kedelai karena menciptakan nilai tambah yang mensejahterakan keluarga petani menjadi insentif kuat bagi petani sehingga menimbulkan minat berusahatani kedelai. Pengembangan model dapat membuka lapangan kerja baru di bidang pemasaran input-output usahatani dan agroindustry dan diperolehnya pendapatan sepanjang tahun. Manfaat ekonomi tersebut semakin menguatkan kualitas pengelolaan usahatani kedelai oleh petani sehingga terjadi akselerasi swasembada kedelai khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.
Copyrights © 2022