Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Pengembangan Agribisnis Porang Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Andi Iva Mundiyah; Rahmawati Tahir; Andi Werawe Angka
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i2.768

Abstract

Development in agriculture will be more optimal if it is combined with superior commodity management. One commodity that has the potential to become a leading commodity is the porang plant. The purpose of this study is to analyze internal and external factors in porang cultivation activities so that they can produce strategies to improve the welfare of porang farmers in the North Lombok Regency. Methods of data collection by observation and direct interviews. The analysis used is a SWOT analysis. The results of this study obtained strategies that can be used for the development of porang agribusiness in North Lombok Regency, namely: 1) Increasing business scale, 2) Increasing the quality of human resources, 3) Partnership patterns, 4) Use of quality packaging, 5) Timing of planting, 6) People's business credit, 7) Maximize the use of existing facilities and infrastructure. Overall efforts to improve farmers' welfare in porang agribusiness are to increase business scale with government support through small business loans for farmers and build partnerships with porang tuber processing industries.
REBRANDING PRODUK KERIPIK JAMUR TIRAM UNTUK PENINGKATAN PENJUALAN PADA UMKM SPORAMUSHROOM Andi Iva Mundiyah; Dudi Septiadi; Sharfina Nabila; Ni Made Wirastika Sari; Ni Made Zeamita
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v4i1.549

Abstract

ABSTRACT Small-Medium Enterprise (SME) “Sporamushroom” which processes pearl-oyster mushrooms into pearl-oyster mushroom chips is located on Jalan Pelita, Makassar City. Pearl-oyster mushrooms are rich in nutrition and have savory taste and chicken-like texture, so that almost all people like it. The problem faced by SME “Sporamushroom” lies in the packaging of the mushroom chips that are not attractive and are not able to preserve the quality of the products contained therein. In addition, the mushroom chips brand have not been determined. The results of the activities carried out indicate the need for assistance and information sharing about the types of packaging for processed chips, so that the packaging will be produced accordingly, which is aluminum plastic packaging that is suitable for processed chip products. From the brand aspect, the selection of the right and easy-to-remember brand has an effect on product sales. The JAMBUL brand was chosen as the brand of pearl-oyster mushroom chips because it is easy to be remembered and has appropriate philosophy behind it. Key words: brand, marketing, packaging, SME
Evaluasi Model Akselerasi Swasembada Kedelai di Lahan Kering Kabupaten Lombok Tengah Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro; Andi Iva Mundiyah
Media Agribisnis Vol 6 No 1 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v6i1.2106

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah yang didominasi pertanian lahan kering menjadi sentra produksi kedelai kedua di tingkat provinsi, namun, petani di Lombok Tengah kurang berminat menanam kedelai karena merugikan. Kondisi ini menurunkan jumlah produksi kedelai dan menguatkan ketergantungan terhadap kedelai impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model akselerasi swasembada kedelai di wilayah pertanian lahan kering Kabupaten Lombok Tengah. Uji coba model pada kelompok masyarakat binaan bertujuan menilai ketepatan peran dan interaksi komponen-komponen model untuk mempercepat pencapaian swasembada kedelai di Lombok Tengah. Sentra uji coba model adalah pengembangan agroindustri berbasis kedelai karena menciptakan nilai tambah yang mensejahterakan keluarga petani menjadi insentif kuat bagi petani sehingga menimbulkan minat berusahatani kedelai. Pengembangan model dapat membuka lapangan kerja baru di bidang pemasaran input-output usahatani dan agroindustry dan diperolehnya pendapatan sepanjang tahun. Manfaat ekonomi tersebut semakin menguatkan kualitas pengelolaan usahatani kedelai oleh petani sehingga terjadi akselerasi swasembada kedelai khususnya di Kabupaten Lombok Tengah.
LUAS LAHAN MINIMAL DAN DAYA DUKUNG PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Candra Ayu; Wuryantoro Wuryantoro; Nurtaji Wathoni; Ibrahim Ibrahim; Andi Iva Mundiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v32i1.724

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah merupakan sentra produksi pangan kedua di NTB namun mengalami penyusutan lahan pertanian yang cukup tinggi akibat aktivitas pembangunan dan pengembangan kawasan pemukiman. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui jumlah produksi tanaman pangan dan luas lahan minimal per kapita untuk sejahtera di Kabupaten Lombok Tengah, menganalisis daya dukung lahan pertanian tanaman pangan serta kontribusinya terhadap kesejahteraan keluarga petani. Hasil penelitian menunjukkan jumlah produksi tanaman pangan Kabupaten Lombok Tengah setara beras 613.558,70 kg atau setara kalori 2,20881133 x 1012 Kkal dan luas lahan minimal per kapita untuk sejahtera sebesar 0,057 ha/kapita/tahun. Kemampuan daya dukung lahan pertanian tanaman pangan sebesar 2,67 (tergolong tinggi) dan memberi kontribusi terhadap kesejahteraan petani sebesar 3,8 kali nilai Kebutuhan Fisik Minimum.
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS FINANSIAL USAHATANI TOMAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Dudi Septiadi; Andi Iva Mundiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.873 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i3.711

Abstract

Tomat merupakan jenis komoditas hortikultura dengan tingkat harga yang terus berfluktuasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk; 1) mendeskripsikan karakteristik usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur; 2) menganalisis tingkat pendapatan petani tomat di Kabupaten Lombok Timur; 3). Menganalisis tingkat kelayakan finansial usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi lapangan dengan pendekatan kualitatif - deskriptif. Jumlah responden pada penelitian ini adalah petani tomat sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu teknik survey dan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatni tomat di Kabupaten Lombok Timur diusahakan oleh petani dengan rata-rata usia produktif dengan pengalaman usahatani yang cukup lama, akan tetapi memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan memiliki rata-rata luas areal panen tomat yang juga rendah (0,16 hektar). Berdasarkan analisis finansial, usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur dinyatakan memperoleh keuntungan, karena total nilai penerimaan lebih tinggi dibandingkan dengan total biaya broduksi. Berdasarkan analisis R/C ratio, usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur layak untuk diusahakan, karena nilai R/C ratio sebesar 3,3> 1 (kategori layak diusahakan).
PERAN PEREMPUAN DALAM PENGUATAN KEMANDIRIAN EKONOMI RUMAH TANGGA MELALUI USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KABUPATEN BONE Rahmawati Tahir; Mirna Mirna; Andi Iva Mundiyah; Andi Tenri Ellyana Haris
Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Research Center for Marine and Fisheries Socio-Economic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marina.v12i1.17795

Abstract

Perempuan pesisir memiliki peran strategis dalam budidaya rumput laut, namun kontribusinya terhadap penguatan ekonomi keluarga masih terbatas akibat rendahnya kapabilitas teknis, terbatasnya akses permodalan, dan lemahnya dukungan kelembagaan. Penelitian mengenai pemberdayaan ekonomi perempuan pada sektor budidaya rumput laut umumnya masih bersifat deskriptif dan belum banyak mengkaji hubungan struktural antara kapabilitas teknis, akses permodalan, dukungan kelembagaan, dan kemandirian ekonomi rumah tangga pesisir, khususnya di Kabupaten Bone. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perempuan dalam penguatan ekonomi keluarga melalui usaha budidaya dan pengolahan rumput laut di Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone serta menyusun model empiris pemberdayaan perempuan pesisir berbasis usaha rumput laut. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif yang dilaksanakan pada Januari–Desember 2025. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan kuesioner terhadap 42 perempuan pembudidaya rumput laut. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman serta Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan berperan dominan pada tahapan pra-produksi, produksi, dan pascapanen serta berkontribusi terhadap diversifikasi pendapatan keluarga melalui pengembangan usaha berbasis rumah tangga dan produk bernilai tambah. Kapabilitas teknis dan dukungan kelembagaan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian ekonomi rumah tangga pesisir.TITLE: THE ROLE OF WOMEN IN STRENGTHENING HOUSEHOLD ECONOMIC INDEPENDENCE THROUGH SEAWEED CULTIVATION ENTERPRISES IN BONE REGENCYCoastal women play a strategic role in seaweed cultivation; however, their contribution to strengthening household economies remains constrained by limited technical capacity, inadequate access to capital, and weak institutional support. Existing studies on women’s economic empowerment in the seaweed cultivation sector have predominantly been descriptive and have paid limited attention to the structural relationships among technical capacity, access to capital, institutional support, and the economic independence of coastal households, particularly in Bone Regency. This study aims to analyze the role of women in strengthening household economies through seaweed cultivation and processing activities in Tanete Riattang District, Bone Regency, and to formulate an empirical model for empowering coastal women based on seaweed-related enterprises. The study employed a mixed-methods approach integrating qualitative and descriptive quantitative methods, conducted from January to December 2025. Data were collected through interviews, observations, and questionnaires involving 42 women engaged in seaweed cultivation activities. Data analysis was performed using the Miles and Huberman interactive model and Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings indicate that women play a dominant role across the pre-production, production, and post-harvest stages, while also contributing to household income diversification through the development of home-based enterprises and value-added seaweed products. Furthermore, technical capacity and institutional support were found to have a positive and significant effect on the economic independence of coastal households.