Quarter-life crisis merupakan fenomena psikososial yang berada pada rentang usia yang sama dengan masa dewasa baru, yaitu antara 18 hingga 29 tahun yang ditandai dengan munculnya reaksi emosional seperti stres, frustasi, panik, tidak berdaya, khawatir akan masa depan, tidak ada tujuan, dll. Tujuan penelitian kami adalah untuk melihat perbandingan dan menganalisis uji perbedaan tingkat quarter life crisis yang dialami oleh mahasiswa semester 2 dengan mahasiswa tingkat akhir. Objek penelitian ini adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode yang digunakan ialah kualitatif dengan survei yaitu dengan membuat 25 pertanyaan melalui google form. Teknik analisis data ini adalah apabila individu menjawab “YA” 12 atau lebih maka ia sedang mengalami quarter life crisis. Hasil analisis dari penelitian ini adalah tingkat quarter life crisis yang dialami oleh mahasiswa tingkat akhir lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa semester 2. Pada mahasiswa semester sudah banyak yang mengalami dan memikirkan akan masa depan tetapi tidak memikirkan lebih dalam seperti pada mahasiswa tingkat akhir dikarenakan mahasiswa tingkat akhir sudah dipenghujung masa perkuliahan yang dimana sudah harus siap dan mulai memikirkan dan melanjutkan kehidupan dijenjang berikutnya.
Copyrights © 2022