Perubahan sistem perkuliahan dari tatap muka menjadi daring akibat pandemi covid-19 memberikan dampak langsung pada mahasiswa dan dosen. Kendala mendasar yang dialami selama pembelajaran daring yaitu sinyal tidak stabil, kuota internet, perangkat pembelajaran daring, beban tugas serta sulitnya fokus pada perkuliahan daring utamanya pada matakuliah praktik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan implementasi hybrid learning pada matakuliah keterampilan dasar mengajar pada mahasiswa PGSD. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskripstif dengan sampel penelitian 53 mahasiswa PGSD STKIP PGRI Trenggalek. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan dokumentasi kemudian dianalisis untuk ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan hybrid learning mampu memobilisasi pembelajaran daring pada matakuliah praktik, sehingga meminimalisir kesulitan selama pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Hybrid learning diterapkan lebih fokus pada level aktivitas/topik. Penggabungan pembelajaran luring (face to face) dengan daring menggunakan video conference pada matakuliah keterampilan dasar mengajar memudahkan dalam pencapaian kompetensi praktik, diskusi, pemberian umpan balik, dan fokus pembelajaran. Hybrid learning lebih menekankan pada pengalaman belajar mahasiswa. Penerapan hybrid learning perlu mempertimbangkan penguasaan teknologi serta sarana dan prasarana untuk mendukung pertemuan daring dan luring yang dilakukan secara bersamaan.
Copyrights © 2022