Pute Waya Sociology of Religion Jornal
Vol. 3 No. 1 (2022): JUNI

SUMBANGSIH TEORI FUNGSIONALIS EMILE DURKHEIM UNTUKMEWUJUDKAN AGAMA SEBAGAI WACANA PERFORMATIFDALAM MEWUJUDKAN SOLIDARITASDI TENGAH PANDEMI

Gideon Hasiholan Sitorus (Magister Sosiologi Agama, Universitas Kristen Satya Wacana)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2022

Abstract

Agama sangat memungkinkan menjadi penentu akan terwujudnya perspektif bagi setiap penganutnya dalam memandang dan mengerti akan eksistensi diri sendiri serta setiap relasiyang ada dengan masyarakat dan juga alam. Benarlah bahwa agama saat ini mendapat tempat utama pada masyarakat dan menjadi bagian yang bersifat konstitutif. Dalam tulisan ini, penulismengemukakanargumentasi bahwa fungsi agama sebagaimana terdapat dalam dimensi fungsionalnyaseharusnya memberikan suatu hal baru yang mampu mengintegrasikan kehidupan yang bersifat individual(privat) ke kehidupan komunal (public). Kemudian agar agama dapat dipahami sebagai wahana yang dapat berfungsi sebagai penolong. Hasil penelitian menemukan bahwa, Fungsi agama adalah itu sebagai berikut: Pertama, agama mendasarkan perhatiannya pada sesuatu yang berada di luar jangkauan manusia. Kedua, agama menawarkan hubungan transendental melalui pemujaan dan ibadat sehingga memberikan dasar emosional. Ketiga, agama menyucikan norma-norma dan nila-nilai masyarakat yang telah terbentuk.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

putewaya

Publisher

Subject

Religion Humanities Environmental Science Social Sciences

Description

Pute Waya merupakan jurnal Sosiologi Agama. Portal ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan, memfasilitasi digitalisasi dan indeksasi jurnal akademik yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga di bawah koordinasi Kementerian Agama Indonesia. Jurnal-jurnal ini berfokus tidak hanya pada studi Kristen ...