Sebagai komunitas orang percaya, Gereja tidak bisa terlepas dari yang namanya perselisihan. Perbedaan latar belakang, ekonomi, pendidikan setiap anggota jemaat yang akan terus menjadi pemantik terjadinya perselisihan dalam Gereja. Melihat realitas tersebut, penulis dalam tulisan ini hendak memberikan implikasi terciptanya spiritualitas pengampunan sebagai dasar rekonsiliasi dalam Gereja. Implikasi tersebut ditarik dari kisah perselisihan antara Paulus dan Barnabas. Pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini yaitu kualitatif dan studi pustaka. Tujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan nilai spiritualitas pengampunan dalam kisah perselisihan antara Paulus dan Barnabas, yang bisa dijadikan dasar rekonsliasi dalam Gereja. Hasil penelitian yang didapat bahwa spiritualitas pengampunan menjadikan warga jemaat tahu akan keterbatasan manusia sebagai makhluk yang terbatas, mudah goyah akan godaan untuk melakukan kesalahan. Tetapi, dengan spiritualitas pengampunan, akan ada kesadaran bagi mereka yang melakukan kesalahan untuk melakukan intropeksi diri dan tidak melanjutkan perselisihan.
Copyrights © 2022