Konstruksi sosial masyarakat tentang perempuan di dominasi oleh pekerjaan rumah tangga, sehingga kebanyakan perempuan tidak beraktivitas dalam ruang publik, namun di kampung KB “Melati” Kelurahan Blotongan, Salatiga, ternyata perempuan memegang kunci dari setiap program permerdayaan masyarakat yang ada di sana. Penelitian ini dengan menggunakan perspektif Pierre Bourdieu ingin mengetahui mengapa perempuan yang telah tersita waktunya di ruang domestik masih bisa berperan di arena publik pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, yaitu dengan cara observasi, wawancara mendalam dan kajian dokumen. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian ini menunjukkan peran perempuan yang ada di kampung KB “Melati” sangat baik karena mereka mereproduksi habitus, mampu menjadi aktor di arena publik, yakni arena pemberdayaan sejak menjadi kampung KB. Dengan reproduksi habitus, mereka membangun keterikatan sosia yang mendukung dan mengakumulasi modal-modal (modal sosial, modal ekonomi, modal budaya dan modal simbolik).
Copyrights © 2022