Paper ini ditujukan untuk melihat proses belajar mengajar dan pengaruh metode experimen terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik. Data yang dikumpulkan menggunakan angket yang disebarkan kepada responden sebanyak 29 orang siswa di dalam satu kelas. Hasil penelitian: tabel 1, menunjukkan bahwa 51,72% menyatakan guru terlebih dahulu menjelaskan kompetensi dasar pembelajaran, dan 27,58% kadang-kadang, dan 17,24% menyatakan tidak pernah. Ini menandakan bahwa guru fisika MAN 1 Palembang telah melaksanakan program pengajaran yang baik. Namun dari tabel 2, tentang alat peraga, hanya 27,58% responden menyatakan guru selalu menggunakan alat peraga, sisanya 51,72% kadang-kadang, dan 20,68% tidak pernah. Tingkat pemahaman materi tentang Gaya Gesekan oleh siswa dilihat tabel 5, ternyata 62,06% responden menyatakan mengalami kesulitan memahami Gaya Gesekan, sisanya kadang-kadang dan tidak pernah, Metode mengajar guru, dilihat dari tabel 6, diketahui ada 68,96 % responden menyatakan guru tidak pernah menggunakan metode experimen di labor dalam pengajaran Gaya Gesekan. Pengaruh metode experimen terhadap prestasi belajar siswa, dilihat dari tabel 7, ditemukan nilai t0 lebih besar dari tt, yaitu 2,05 ˂ -9,64 ˃ 2,76. Kesimpulan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap prestasi belajar siswa, antara sebelum dan sesudah diterapkannya metode eksperimen
Copyrights © 2022