Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan interpretasi pelaksanaan tradisi hepatirangga dalam menyambut malam lailatul qadr. Menggunakan teori simbol oleh Victor Turner dengan metode etnogfafi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi hepatirangga merupakan salah satu budaya ritual tahunan pada masyarakat Kelurahan Wandoka Selatan seperti mewarnai kuku dengan daun pacar yang telah dihaluskan dan sebagai bentuk ucapan syukur serta menghormati arwah nenek moyangnya dengan berkunjung ke pemakaman keluarga yang telah meninggal dunia karena bisa kembali merayakan malam lailatul qadr. Tradisi dilakukan tepat pada malam ke 27 sebagai salah satu cara untuk menyambut hari lebaran. Tradisi hepatirangga selain menjadi ajang pencarian jodoh juga dimaknai sebagai bentuk cerminan perilaku masyarakat untuk berpikir sebelum bertindak dalam melakukan sesuatu. Menurut kepercayaan masyarakat setempat daun patirangga tidak hannya digunakan untuk mewarnai kuku tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bentuk media dengan leluhur serta daun pacar sebagai pengobatan tahunan dalam hepatirangga.
Copyrights © 2022